Dinas Peternakan Lembata Simpan Pakan Antisipasi Paceklik Jagung

  • Whatsapp
?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

LEWOLEBA KABARNTT.CO—M        engantisipasi paceklik jagung untuk kebutuhan pakan ternak, Dinas Peternakan Lembata memindahkan stok pakan jagung yang ada di dalam gudang Dinas Peternakan ke dalam wadah viber supaya tetap awet dan tahan lama.

Kepala Dinas Peternakan Lembata, Kanisius Tuaq, mengatakan stok pakan jagung yang selama ini disimpan di dalam gudang sebanyak 16 ton.

Menurutnya, musim paceklik pakan jagung untuk ternak ini akan terasa hingga menjelang akhir tahun nanti.

selain memanfaatkan stok pakan yang ada, kata Kanis, Pemkab Lembata melalui Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian Lembata juga menjalin kerja sama dengan Kelompok Tani Lembah Makmur di Desa Bour Kecamatan Nubatukan untuk menanam jagung di atas lahan 4 hektare guna mengatasi paceklik nanti. Proses penanaman ini dilakukan di luar musim tanam.

“Kerja samanya dinas pertanian dan dinas peternakan. Jadi dinas pertanian yang bina dan dinas peternakan yang lakukan pembelian. Jadi produksinya 16-20 ton yang panen di bulan September-Oktober,” paparnya.

Tujuan dari penanaman ini juga sebagai persiapan pakan di luar musim untuk mencegah terjadinya paceklik pakan ternak.

Kebijakan ini, lanjut Kanis, turut memberi jaminan pasar dan motivasi kepada masyarakat supaya menanam jagung di luar musim atau setelah musim hujan.

“Misalnya Oktober-Maret itu kan musim hujan. Jadi Mei-Agustus tanam di lahan yang ada sumber air seperti sumur bor dan sungai. Ini dinas pertanian lebih berperan ke depan untuk bagaimana siapkan pakan. Sementara saya urus pemasarannya, menjamin masyarakat beli pakan. Jadi bergerak di hilirnya. Pertanian di hulunya yang urus budidayanya,” papar Kanis.

Dari perhitungan ternak yang ada, kata Kanis, pihaknya masih kekurangan jagung di luar musim hujan atau musim panen sekitar 250-500 ton untuk kebutuhan pakan ayam dan babi. Oleh sebab itu, Pemkab Lembata akan melakukan inovasi penanaman jagung di luar musim hujan.

“Saya alami sendiri tahun lalu kami cari pakan jagung itu kesulitan sekali. Ada jagung di toko tapi kan kasihan kita punya potensi yang ada tapi tidak kita upayakan,” pungkasnya. (yua)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *