95 Tenaga PTT Dinas Lingkungan Hidup Terima SK

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.CO–Sebanyak 95 orang tenaga pegawai tidak tetap (PTT) pada Dinas Lingkungan Hidup (LHD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Rabu (7/10/2020) menerima SK tahun 2020 dari pemerintah   kabupaten.

Penyerahan SK dilakukan oleh Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis, didampingi Asisten III Setda TTU, Raymundus Thal, di Aula Dinas Lingkungan Hidup.

Bacaan Lainnya

Kepada  kabarntt.co, Fransiskus Tilis mengatakan, penyerahan SK PTT pada Dinas Lingkungan Hidup sempat tertunda karena ada beberapa tenaga PTT yang dinilai dari aspek kinerja kurang bagus.

“Namun mereka sudah kita suruh buatkan pernyataan di atas kertas bermeterai untuk perbaiki kinerja mereka ke depan,” ucap Tilis.

SK PTT tersebut, kata Tilis, berlaku satu tahun dan akan dilakukan penilaian setiap akhir tahun.  Yang berkinerja baik akan diperpanjang SK-nya, sebaliknya yang tidak bagus tidak diperpanjang SK-nya.

Tilis berharap para tenaga PTT benar-benar menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh.

“Kita harap agar mereka serius melaksanakan tugas pengabdian yang dipercayakan kepada mereka sesuai beban kerja yang diberikan untuk kepentingan daerah dan teristimewa keindahan Kota Kefamenanu,” harap Tilis.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup TTU, Yonas Tameon, ketika ditanya mengenai teknis penyaluran honor bagi tenaga PTT DLH mengatakan, akan ditransfer langsung ke nomor rekening masing-masing.

“Penyalurannya langsung ke rekening mereka masing-masing,” jelas mantan Camat Kota Kefamenanu itu.

Yonas mengatakan, 95 tenaga PTT tersebut dibayar selama 9 bulan dari bulan Januari hingga September 2020 dengan upah perbulan Rp 1.250.000/orang.

Yonas merincikan, 95 orang tersebut terdiri dari 91 petugas kebersihan, 1 orang sopir, 2 orang tenaga laboratorium dan 1 orang tenaga administrasi.

Selain honor, ada juga biaya K3 (kesehatan keselamatan kerja) bagi 91 tenaga PTT sebesar Rp 175.000/orang.

“Untuk biaya K3 hanya diberikan kepada 91 orang. Sedangkan 4 orang tenaga PTT lainnya tidak karena pekerjaan mereka tidak berisiko seperti 91 orang tenaga PTT lainnya. Antara lain tenaga laboratorium, tenaga sopir dan tenaga administrasi,” tutup Yonas.  (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *