Di Reok, Melki Laka Lena Jelaskan JKN-KIS   

ENDE KABARNTT.CO—Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Kamis (4/8/2022),  memberi pemahaman tentang program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada warga di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Pada sosialisasi itu Melki Laka Lena menggandeng mitra Komisi IX DPR RI, BPJS Kesehatan Cabang Ende. Selain Melki Laka Lena, tampil juga sebagai narasumber Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ende,  Joys Karman Nike Palupi.

Bacaan Lainnya
tonykleden

Tak kurang 200-an warga hadir dan mendengar penjelasan program kemanusiaan pemerintah pusat itu.

Kepada semua yang hadir, Melki Laka Lena yang saat ini juga menduduki jabatan sebagai Deputi Kerjasama Satgas Covid-19 DPR RI Periode 2019-2024 menjelaskan seputar JKN seperti dasar hukum kepesertaan JKN-KIS, jenis kepesertaan JKN-KIS, prosedur pendaftaran peserta, serta hak dan kewajiban peserta.

Ketua DPD I Golkar NTT itu mengedukasi masyarakat agar ikut serta dalam program ini karena sangat membantu.

“Bagi yang belum mempunyai perlindungan kesehatan dapat memanfaatkan kuota yang sudah disediakan oleh Pemerintah Pusat melalui segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) dimana sampai bulan Agustus 2022 masih terdapat kuota sebanyak 3.544 jiwa yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan bantuan perlindungan kesehatan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melki juga menegaskan pentingnya program ini. “Program JKN ini sudah sangat bagus memberikan perlindungan kesehatan, mulai dari bayi sampai lansia dapat turut serta menjadi kepesertaan JKN-KIS ini,” tambahnya.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ende, Joys Karman Nike Palupi, menyajikan informasi teranyar tentang JKN-KIS. Peserta JKN-KIS saat ini dapat mengakses layanan dengan hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun pada tingkat lanjutan.

“Bapak Ibu ketika mengakses layanan JKN-KIS, wajib mengikuti prosedur yang berlaku. Untuk kasus gawat darurat, peserta dapat langsung datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat. Namun jika bukan kategori UGD, maka peserta wajib mendatangi Fasilitas KesehatanTingkat Pertama terlebih dahulu. Peserta wajib mengikuti prosedur layanan kesehatan tersebut sehingga pelayanan dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Lebih lanjut Joys menjelaskan kanal-kanal layanan non tatap muka yang dapat diakses masyarakat, baik administrasi maupun pemberian informasi dan penanganan pengaduan, yaitu BPJS Kesehatan Care Center 165, CHIKA di nomor whatsapp/telegram 08118750400 (khusus pelayanan informasi dan pengaduan), Voice Interaktive JKN (VIKA) yaitu layanan informasi untuk mengecek status tagihan dan status kepesertaan dengan menghubungi Care Center 165, serta nomor telepon petugas pemberian informasi dan penanganan pengaduan yang tersedia di rumah sakit. (go)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.