Dinobatkan Sebagai Desa Wisata, Kades Liang Ndara Mengaku Bangga

  • Whatsapp

LABUAN BAJO KABARNTT.CO–Kepala Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Karolus Vitalis, mengaku senang dan bangga desanya dinobatkan sebagai Desa Wisata Berkelanjutan.

“Bukan hanya senang, saya juga sangat bangga Desa Liang Ndara dinobatkan sebagai Desa Wisata Berkelanjutan,” ungkap Vitalis sumringah saat dikonfirmasi media ini per telepon, Senin (8/3/2021) siang.

Bacaan Lainnya

Menanggapi itu, Vitalis langsung mengadakan rapat dengan semua staf desa, elemen masyarakat, pokdarwis bumdes dan semua pelaku pariwisata yang ada di desa seperti pengurus-pengurus sanggar.

“Adapun poinnya melakukan sosialisasi dan menyusun langkah strategis untuk menyambut wisata berkelanjutan itu, seperti penanganan sampah, atraksi budaya, agar dikelola secara baik agar masyarakat mendapat imbas terhadap kue pariwisata tersebut,” tutupnya.

Untuk diketahui, Selasa (2/3/2021) lalu Desa Liang Ndara bersama 16 desa lainnya mendapat sertifikat dan piagam penghargaan dari Dewan Pembangunan Kepariwisataan Berkelanjutan – Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC). Sebuah lembaga bentukan Kementerian Pariwisata membidangi proses sertifikasi destinasi pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Sertifikat diberikan langsung oleh Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat.

Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan.

Selain itu, pariwisata berkelanjutan memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setempat, serta dapat diaplikasikan ke semua bentuk aktivitas pariwisata di semua jenis destinasi wisata, termasuk wisata massal dan berbagai jenis kegiatan wisata lainnya.

Dalam pidato sambutannya, Sandiaga Uno menegaskan banwa prinsip desa wisata harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, UMKM, menciptakan lapangan pekerjaan, dan melestarikan lingkungan.

“Ada 3 aspek utama yang menjadi fokus standar berkelanjutan, yaitu sosial, lingkungan, dan ekonomi. Harapannya, desa wisata menjadi lebih berkualitas, kredibel dan dapat berkolaborasi dengan baik, serta mampu bersaing secara domestik maupun internasional,” kata Sandiaga.

Program tersebut, ungkap Sandiaga, sebagai salah satu upaya pemerintah yaitu Kemenparekraf untuk mendorong “Quality Tourism”.  Desa wisata diharapkan mampu mempertahankan serta meningkatkan kualitas produk wisata mereka dan juga produk ekonomi kreatif lokal.

“Satu hal yang penting adalah harus ada komitmen penuh dalam pengembangan pariwisata dengan menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19, yaitu penerapannya  memprioritaskan aspek CHSE (Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan),” jelasnya.

Menanggapi prestasi Desa Liang Ndara, Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo – Flores, Shana Fatina, mengatakan bahwa,terpilihnya Desa Liang Ndara sebagai salah satu desa wisata berkelanjutan  tentu saja memberikan efek kepercayaan diri yang baik.

Shana berharap desa wisata lainnya dapat menyerap semangat dari prestasi Desa Liang Ndara yang sangat konsisten mendesain daerahnya berbasis kepariwisataan.

“Kita patut berbangga dengan prestasi ini. Kerja keras mereka selama ini yang sangat konsisten membangun desa menjadi desa wisata memberikan sebuah hasil yang baik. Salah satunya adalah mendapatkan sertifikat sebagai desa wisata berkelanjutan,” tutup Shana. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *