Bupati SBD Siap Buka Jalan Raya dan Internet ke Destinasi Wisata

  • Whatsapp

TAMBOLAKA KABARNTT.CO—Pantai Pero sudah lama booming. Destinasi wisata pantai di Desa Pero Konda, Sumba Barat Daya (SBD) ini mempunyai pesona dan unik.

Pesonanya adalah percikan dan muncratan air dari lubang-lubang batu dan cadas ketika dihantam ombak.

Bacaan Lainnya

Tak heran, tempat ini jadi salah satu pilihan wisatawan, baik lokal maupun dari luar.

Tetapi jalan yang mulus perlu ke tempat ini. Fasilitas jaringan internet juga perlu, terutama buat para wisatawan.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) siap membangun jalan raya ke tempat ini. Jaringan internet juga siap dibangun.

Tekad ini diungkap Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, pekan lalu ketika menggelar konferensi pers  tentang pembangunan pariwisata pada masa pandemi di Pantai Pero.

Ombak yang pecah dan memuncratkan air dari cela-cela batu di Pantai Pero

Bupati  Kodi Mete menyatakan pemerintah siap membuka akses jalan raya menuju lokasi  wisata di daerah itu.

Selain jalan raya, juga penerangan listrik dan akses komunikasi internet, MCK, wahana permainan dan lainnya.    Semua fasilitas ini penting guna wisatawan menikmati keindahan obyek wisata yang dikunjunginya.

Pembangunan itu, kata Kodi Mete, pasti  berjalan bertahap dan tentu berlangsung pada potensi obyek wisata yang menjanjikan. Ini bukan berarti pemerintah mengesampingkan pembangunan obyek wisata lainnya. Namun, pemerintah harus menetapkan prioritas pembangunan obyek wisata SBD agar terukur dan tepat sasaran.

Ketika menggelar konferensi pers itu, Bupati Kodi Mete didampingi Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, S.Ipem, Plt. Sekda SBD, Fransiskus M.Adi Lalo, Kadis Kominfo SBD, drh.Rihi Meha Praing, M.P, Kabag Kesra Setda SBD, Elisebeth Kaka, S.Pd dan sejumlah tokoh lintas agama.

Bupati Kodi Mete  mengingatkan karena anggaran yang tersedia sangat terbatas, maka skala prioritas penataan pembangunan obyek wisata di SBD patut dilakukan.

Bila dalam satu tahun anggaran, Dinas Pariwisata SBD dapat menata satu sampai dua lokasi obyek wisata terorgansasi baik, maka hal itu patut mendapat apresiasi penuh masyarakat SBD.

“Misalkan fokus menata satu lokasi obyek  agar lebih rapih dan ramah lingkungan tanpa harus mengubah atau menambah keasliannya. Biarkanlah keaslian alamiah tetap terjaga baik dan cukup menata saja agar lebih indah dan menarik,” kata Kodi Mete.

Mantan Kadis Kesehatan NTT ini juga menegaskan, wisatawan sangat membutuhkan kenyamanan di lokasi-lokasi wisata. Kalau wisatawan nyaman, dia mau berlama-lama di SBD.

“Perlu menyediakan lokasi kuliner yang tertata baik, pintu keluar masuk lokasi wisata harus teratur,  memastikan keamanan terpelihara baik, fasilitas publik seperti MCK tersedia, akses jalan raya menuju lokasi wisata dan akses internet serta tersedia guide lokal memudahkan informasi bagi setiap wisatawan yang memerlukannya,” tegas Kodi Mete.

Bila semua fasilitas ini siap, maka pembangunan 24 desa wisata yang menjadi target Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya selama masa kepeminpinan Bupati dan Wakil Bupati, dr.Kornelius Kodi Mete-Marthen Christian Taka, S.Ipem, pasti berjalan baik.

Mendukungnya, duet Bupati-Wabup SBD  mengharapkan kerja sama seluruh komponen masyarakat SBD.  Kerja sama seluruh elemen masyarakat menjadi faktor sangat penting demi menyukseskan pembangunan pariwisata SBD khususnya dan pembangunan Sumba Barat Daya umumnya.  (ota)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *