Ini SOP Saat Pembukaan dan Penutupan Expo Alor XIV

  • Whatsapp

KALABAHI KABARNTT.CO—Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, nekad menggelar Expo Alor XIV dan Alor Karnaval VII. Kedua event pariwisata ini dihelat di tengah pandemi Covid-19 yang masih menghantui.

Meski digelar di tengah pandemi  Covid-19, Bupati Alor mewanti-wanti dengan menerbitkan Keputusan Bupati Alor Nomor 281/HK/KEP/2020 tertanggal 22 September 2020 Tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Era Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Kegiatan Expo Alor XIV Dan Alor Karnaval VII Tahun 2020 di Kalabahi.

Bacaan Lainnya

Pada Romawi III Keputusan Bupati itu diatur tentang Protokol Kesehatan (Prokes) pada kegiatan pembukaan serta penutupan Expo Alor XIV dan Alor Karnaval VII Tahun 2020.

Ada tujuh butir Standar Operasional Prosedur (SOP) saat pembukaan dan penutupan Expo Alor dimaksud, yakni; 1) Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pembukaan maupun penutupan Expo Alor XIV dan Alor Karnaval VII Tahun 2020 wajib menyediakan sendiri dan menggunakan masker selama kegiatan.

2) Setiap orang yang tidak menggunakan masker, tidak diizinkan masuk ke lokasi kegiatan oleh aparat keamanan;

3) Steril lokasi yakni Stadion Mini Kalabahi dilakukan pada tanggal 28 September 2020 pukul 14.00 Wita untuk acara pembukaan, dan pada tanggal 03 Oktober 2020 pukul 16.00 Wita untuk acara penutupan Expo;

4) Panitia wajib mengatur tempat duduk di tenda utama dengan jarak minimal 1,5 meter antarkursi;

5) Peserta maupun pengunjung dilarang berkerumun dalam satu lokasi tertentu.

6) Aparat keamanan berhak memberikan teguran lisan paling banyak 2 (dua) kali kepada peserta atau pengunjung atau panitia yang berkerumun di satu lokasi tertentu;

7) Apabila teguran lisan kedua tidak diindahkan, maka aparat keamanan berhak membubarkan secara paksa setiap kerumunan yang terjadi.

Sedangkan pada angka Romawi IV Keputusan Bupati Alor ini mengatur SOP tentang Protokol Kesehatan di Stand Pameran, yakni :

1) Setiap pengelola stand pameran diwajibkan menyediakan sendiri dan menggunakan masker selama beraktivitas di stand pameran;

2) Pengelola stand pameran wajib menyediakan 2 (dua) pintu dengan pembagian, pintu pertama hanya dipergunakan sebagai pintu masuk dan pintu kedua hanya dipergunakan sebagai pintu keluar;

3) Pengelola stand pameran wajib menyediakan tempat sampah;

4) Setiap pintu wajib diberikan tanda sebagai pintu masuk atau pintu keluar;

5) Jumlah pengunjung yang masuk dalam stand pameran maksimal 4 (empat) orang dalam satu waktu tertentu;

6) Pengelola stand pameran wajib menyediakan sarana cuci tangan di tempat yang mudah dijangkau, dan juga buku tamu bagi pengunjung;

7) Pengunjung stand pameran wajib cuci tangan terlebih dahulu sebelum memasuki stand pameran dan mengisi buku tamu yang telah disediakan oleh petugas stand pameran;

8) Pengunjung yang tidak menggunakan masker dilarang masuk ke dalam stand pameran;

9) Pengunjung hanya diperkenankan menunjuk dan meminta penjelasan tentang suatu barang atau dokumen tertentu meskipun dengan tujuan untuk dibeli oleh pengujung. Barang tersebut hanya dapat disentuh setelah ada kesepakatan akhir untuk transaksi jual beli;

10) Pembayaran/penyerahan uang terhadap barang yang dibeli tidak diserahkan langsung kepada pemilik barang, tetapi dimasukkan ke dalam sebuah kotak yang disediakan oleh pengelola stand pameran;

11) Pengelola stand pameran, wajib melaporkan kepada aparat keamanan apabila terdapat pengunjung yang tidak menggunakan masker dan bersikeras masuk ke dalam stand pameran;

Sementara itu, angka Romawi V dari Keputusan Bupati Alor Nomor 281/HK/KEP/2020 tertanggal 22 September 2020 ini mengatur tentang protokol kesehatan selama kegiatan perlombaan, yakni;

1) Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan perlombaan di arena Expo Alor XIV dan Alor Karnaval VII Tahun 2020, wajib menyediakan sendiri dan menggunakan masker selama kegiatan;

2) Steril lokasi yakni Stadion Mini Kalabahi, dilakukan setiap hari pada pukul 16.00 Wita;

3) Setiap orang termasuk peserta lomba yang tidak menggunakan masker, tidak diizinkan masuk ke lokasi kegiatan oleh aparat keamanan;

4) Peserta lomba dapat melepas masker ketika hendak tampil/berlomba, dan menggunakan masker kembali setelah tampil;

5) Panitia wajib mengatur tempat duduk di tenda utama dengan jarak minimal 1,5 meter antar kursi;

6) Peserta maupun pengunjung dilarang berkerumun dalam satu lokasi tertentu;

7) Aparat keamanan berhak memberikan teguran lisan paling banyak 2 (dua) kali kepada peserta atau pengunjung atau panitia yang berkerumun di satu lokasi tertentu;

8) Apabila teguran lisan kedua tidak diindahkan, maka Aparat Keamanan berhak membubarkan secara paksa setiap kerumunan yang terjadi; 9) Arena Lomba dibatasi dengan tali yang disiapkan oleh Panitia;

Tak hanya itu, Keputusan Bupati Alor inipun, pada angka Romawi VI mengatur SOP tentang Protokol Kesehatan Untuk Parkir Kendaraan, yakni; 1) Parkir kendaraan Roda 4 (empat) ditempatkan di jalur jalan antara Depan Perumahan Dokter (simpang empat) menuju Depan Kantor Bank NTT; 2) Parkir Kendaraan Roda 2 (dua) ditempatkan di jalur jalan antara perempatan Toko Ombay menuju Rumah Jabatan Sekretaris Daerah, di Lapangan Basket dan Lapangan Volly Kalabahi, dan Halaman Kantor Camat Teluk Mutiara; 3) Petugas Parkir dipercayakan kepada Kelompok Pemuda Karang Taruna dari Kelurahan Kalabahi Kota, Kelurahan Binongko, Kelurahan Nusa Kenari, Desa Lendola, dan Desa Motongbang;

4) Petugas Parkir menjalankan tugas dibawah koordinasi Kepolisian Resor Alor (Satlantas) bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Alor; 5) Pemilik kendaraan dikenakan retribusi parkir oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Alor; 6) Retribusi parkir untuk kendaraan roda 2 sebesar Rp.1000,- dan untuk roda 4  sebesar Rp.2000,- Retribusi Parkir ditarik/dipungut pada saat pemilik kendaraan selesai parkir/keluar dari lokasi parkir;

7) Petugas parkir wajib menggunakan Masker dan Sarung Tangan selama bertugas/berada di lokasi parkir dan/atau lokasi Kegiatan Expo; dan 8) Pembayaran/penyerahan uang untuk retribusi parkir dari pemilik kendaraan, dilakukan dengan cara memasukan uang tersebut ke dalam kotak yang disediakan oleh Petugas Parkir. Uang tidak diserahkan secara langsung kepadaPetugas Parkir.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Ribka Jayati,S.Sos kepada media ini mengatakan bahwa Keputusan Bupati Alor ini wajib dilaksanakan semua pihak.  (lik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *