Gubernur NTT: Dengan Expo, Alor Makin Menggeliat

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), mengatakan, dengan kegiatan Expo Alor dan Alor Karnaval, Kabupaten Alor semakin menggeliar.

Gubernur VBL mengatakan hal itu dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Biro (Karo) Ekonomi dan Kerja Sama Setda NTT, Dr. Lery Rupidara,M.S, yang mewakili Gubernur VBL ketika  membuka Expo Alor XIV dan Alor Karnaval VII Tahun 2020 di Stadion Mini Kalabahi, Senin (28/9/2020).

Bacaan Lainnya

“Salam hormat dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dalam semangat NTT Bangkit, NTT Sejahtera dan juga di dalam semangat Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar. Kami ditugaskan gubernur menjadi bagian dari dinamika sosial budaya dan ekonomi Kabupaten Alor seperti dikatakan Bupati Alor, We must to be the winner of Covid-19,” kata Rupidara sebelum membacakan sambutan tertulis gubenur.

Menurutnya, Tuhan telah memberikan kuasa kepada manusia untuk mengatur dan menguasai hidup dengan prinsip ora et labora. “Artinya, tidak hanya berdoa tetapi juga berbuat dalam semangat Kebangkitan NTT kita harus memenangkan Covid-19 melalui upaya-upaya percepatan ekonomi nasional, dan juga pemulihan ekonomi nasional, di Provinsi NTT dan di Kabupaten Alor,” kata Rupidara.

Gubernur VBL dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Rupidara mengatakan, “Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Provinsi NTT, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada pemerintah dan segenap masyarakat Kabupaten Alor yang telah bekerja keras, menginisiasi dan melaksanakan kegiatan Expo Alor XIV dan Alor Karnaval ke VII Tahun 2020. Alor semakin menggeliat di dalam pembangunan, khususnya dengan dilaksanakannya event ini, yang akan menjadi media promotif yang efektif tentang berbagai destinasi produk wisata maupun produk ekonomi.”

Politisi Nasdem ini menekankan, visi Pemerintah Provinsi NTT dalam lima tahun ke depan adalah NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera. Visi itu dijabarkan ke dalam misi, yang salah satunya adalah menjadikan pariwisata sebagai prime mover (penggerak utama).

Membangun pariwisata, papar Laiskodat, adalah membangun peradaban, menciptakan dan melayani ekspektasi manusia, tentang imajinasi yang ingin dicapainya. Artinya, suatu kualitas hidup masyarakat, baik yang di desa maupun di kota, berubah ke level yang lebih baik.

“Kualitas destinasi wisata prioritas sedang kita kembangkan di Nusa Tenggara Timur. Pantai Liman di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Fatumnasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Koanara di Kabupaten Ende, aksi perburuan ikan paus di Kabupaten Lembata, Pantai Wolwal di Kabupaten Alor, Pantai Praimadita di Kabupaten Sumba Timur dan kawasan Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao,” tandas putra Pulau Semau ini.

Sektor pariwisata, kata Laiskodat,  diharapkan menjadi lokomotif untuk memberikan makna pada dinamika sosial budaya dan perekonomian NTT dalam tindakan-tindakan yang integratif dengan kabupaten dan kota.

“Selama ini kita mengenal Alor sebagai tempat diving dengan taman laut yang indah dan mempesona. Selain itu Alor memiliki obyek dan daya tarik wisata alam dan buadaya, antara lain Kampung Adat Takpala, Museum 1000 Moko, Alquran Tua, Air Terjun Binafui, Taman Laut Pulau Kepa, Tarian Lego-lego, Dugong dan sebagainya, yang perlu kita kembangkan lebih jauh,” ujar Laiskodat.

Mantan anggota DPR RI ini menilai penyelenggaraan Expo Alor XIV dan Alor Karnaval VII Tahun 2020 tentu akan memberikan dampak positif kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Alor.

Karena melalui kegeitan ini, kata Laiskodat, segenap potensi dikembangkan dan disalurkan untuk memenuhi mata rantai produksi, distribusi dan konsumsi agar terjadi percepatan dan pemulihan ekonomi.

“Saya mengajak seluruh masyarakat NTT untuk memenangkan delapan nominator destinasi wisata NTT yang sedang berproses di Ajang Pesona Indonesia Tahun 2020, yang meliputi makanan tradisional sei, destinasi belanja terpopuler, Sentra Tenun Ikat Ginandal Kupang, Wisata Air Terpopuler Hope Pulau Meko di Flores Timur, Dataran Tinggi Terpopuler, Wulan Fehan di Kabupaten Belu, Situs Sejarah Terpopuler, Liang Bua di Ruteng-Manggarai. Kampung Adat Terpopuler yakni Kampung Adat Namata di Sabu Raijua dan Destinasi Semau, Kabupaten Kupang, Surga Tersembunyi serta Kawasan Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao,” ajak Laiskodat. (lik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *