Bupati Alor: “Pemerintah Tutup Expo Alor Bukan Karena Takut”

  • Whatsapp

KALABAHI KABARNTT.CO—Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, secara resmi menutup Expo XIV Alor dan Alor Karnaval, Kamis (1/10/2020) malam, lebih cepat dua hari dari rencana awal.

Dalam sambutannnya ketika menutup Expo XIV Alor 2020,  Bupati Amon Djobo memastikan, ajang tahunan ini ditutup lebih awal bukan karena tekanan dari pihak mana pun.

Bacaan Lainnya

“Secara iman kita harus mengakui perlindungan Tuhan terhadap masyarakat dan daerah ini sehingga Expo Alor XIV dan Alor Karnaval VII Tahun 2020 ditutup dalam keadaan aman, dan semua pihak, baik itu legislatif, pemerintah, TNI, Polri dan berbagai elemen masyarakatnya saling dukung. Secara iman juga saya menilai Covid-19 ini bukan hukuman Tuhan, tetapi kewaspadaan dan disiplin yang diberikan Tuhan agar kita memulai suatu peradaban baru,” tandas pencetus tagline Alor Tanah Terjanji, Bumi Persaudaraan, Surga di Timur Matahari ini.

Peradaban baru yang dimaksudkan Djobo, yakni mulai dengan pola hidup disiplin dan pola hidup bersih, disiplin memakai masker dan mencuci tangan  pakai sabun.

Selama empat hari pelaksanaan Expo Alor ke XIV ini, kata Djobo, semua telah belajar untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan, yakni pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, maka harus terus dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga dan lingkungan masing-masing, meski Expo Alor telah ditutup.

“Ada yang tanya, kenapa sudah dijadwalkan bahwa Expo Alor XIV berlangsung selama enam hari, tetapi dipercepat sehingga hanya empat hari? Saya tegaskan bahwa kebijakan ini bukan karena pemerintah takut terhadap penyebaran Covid-19 atau tekanan dari pihak tertentu. Saya justru maunya Expo Alor dengan durasi waktu yang lebih lama, tetapi saat ini kita percepat penutupannya agar masyarakat dari 16 kecamatan bisa lebih cepat kembali untuk mulai mempersiapkan kebunnya menghadapi musm tanam berikut,” papar mantan Camat Alor Timur ini.

Bupati Djobo mengatakan, sebelum pembukaan Expo Alor dan Alor Karnaval, pihaknya telah berkomunikasi dengan Polda NTT maupun Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, sehingga memberikan toleransi berlangsungnya event ini dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Ia berharap, Expo Alor ke XV tahun depan (2021) kondisinya sudah lebih kondusif sehingga Expo Alor bisa berlangsung lebih lama, hingga dua minggu sekalipun pemerintah siap fasilitasi. Karena Djobo menilai Expo Alor selama ini sebagai sarana yang efektif untuk promosi potensi pariwisata, penguatan sosial budaya dan keberlanjutan roda ekonomi lokal.

Djobo mengapresiasi kerja sama yang baik antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Alor dalam menyukseskan event ini.

Kesempatan itu, Djobo juga mengingatkan semua pihak agar tidak mempolitisir berbagai kebijakan pembangunan yang dibuat pemerintah untuk kepentingan politik karena Pilkada Alor masih jauh di 2023.

Selanjutnya, ketika dipersilahkan menutup Expo Alor, Bupati Djobo justru ‘menodong’ Ketua DPRD Kabupaten Alor, Enny Anggrek, SH, yang hadir untuk menabuh gong sebagai tanda penutupan Expo Alor XIV dan Alor Karnaval VII Tahun 2020. Maka Anggrek didampingi Bupati, Wakil Bupati dan Forkompimda Kabupaten Alor menabuh gong untuk menutup Expo Alor dimaksud.  (lik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *