Area Publik Ditutup, Ini Alasan Pemkot Kupang

  • Whatsapp
?

 

KUPANG KABARNTT.CO—Pemerintah Kota Kupang menutup kembali sejumlah taman hiburan dan area publik di Kota Kupang. Sebelumnya beberapa hari taman hiburan dan area terbuka dibuka untuk umum.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana terpantau kabarntt.co, warga membludak pada tempat-tempat hiburan dan area publik, terutama pada malam hari. Bundaran Patung Tirosa, misalnya, warga padat dan ramai saban malam.  

Warga tumplek seperti melepas rindu bertemu dan bercengkrama di area publik paling ramai di Kota Kupang ini. Lampu-lampu warna yang menarik dinyalakan kembali. Warga dan para pedagang makanan ringan menyatu.

Keramaian juga terlihat di Patung Ina Boi. Para remaja kembali memenuhi taman ini. Mereka berfoto ria, bersenang-senang.

Di Taman Tagepe juga sama. Anak-anak usia sekolah dasar bersama orangtua mengisi waktu malam dengan duduk ngobrol menikmati lampu warna-warni di tempat ini.

Tetapi sejak Rabu (15/7/2020) semua taman hiburan dan area publik ditutup Pemerintah Kota Kupang.

Plt. Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, Daniel Zacharias, S. Sos, M.Si, mengatakan Pol PP  bekerja atas nama Pemerintah Kota Kupang menutup taman-taman dan area publik.

Penutupan itu, kata Zacharias, karena pandemi Covid-19. “Dasar dari kegiatan yang telah dilaksanakan kemarin (penutupan taman—Red), kita bersama Pak Wakil Walikota dengan pimpinan OPD terkait melakukan sosialisasi tentang pelaksanaan tatanan kehidupan baru ini,” kata Zacharias, Kamis (16/7/2020).

Zacharias mengatakan, penutupan itu mengacu pada Perwali No. 18 Tahun 2020. Dalam Perwali itu ditegaskan, aktivitas di area publik ditunda untuk sementara waktu. 

“Karena di Kota Kupang ada penambahan positif corona. Oleh karena itu kita batasi dulu aktivitas yang melibatkan kerumunan-kerumunan. Sesuai hasil rapat bersama tim dan OPD terkait, maka di bawah pimpinan Pak Wakil kita sepakat untuk sementara dinonaktifkan dulu,” jelas Zacharias.

Penonaktifan aktivitas ruang publik tersebut, ungkap Zacharias, meliputi Taman Patung Tirosa, Taman Tagepe, Taman Ina Boi dan beberapa tempat lainnya yang berdasarkan pemantauan terjadi kerumunan pada saat-saat tertentu.

Zacharias  mengatakan, sesuai hasil monitoring bersama Komisi II DPRD Kota Kupang di lapangan pasca diberlakukan adaptasi kehidupan baru (new normal), ternyata dari beberapa sampel yang diambil lebih banyak tempat hiburan malam yang tidak menjalankan protokol kesehatan. 

“Maka menjadi tugas kita adalah menugaskan kepada OPD teknis, dinas pariwisata untuk memberikan sosialisasi,” kata Zacharias. (ino)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *