Cegah Covid, Bupati Djobo Terbitkan SOP Expo Alor XIV

KALABAHI KABARNTT.CO—Meski menuai pro kontra, Expo Alor XIV dan  Alor Karnaval VII Tahun 2020 tetap dilaksanakan sesuai jadwal, yakni 28 September hingga 3 Oktober 2020 mendatang.

Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, menilai pro kontra itu wajar terjadi dalam setiap dinamika pemerintahan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

Bacaan Lainnya
tonykleden

Djobo menyadari pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih menghantui semua pihak, tetapi bagi dia, rasa takut berlebihan tidak boleh ada karena nantinya kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk kelangsungan hidup.

Sejumlah kalangan di Kalabahi mendesak agar Expo Alor XIV dan  Alor Karnaval VII Tahun 2020 ditunda pelaksanaannya karena berpotensi menyebarkan Covid-19 di daerah ini.

Sejumlah faksi di DPRD Alor saat menyampaikan pendapat akhirnya pekan lalu terkait perubahan APBD Kabupaten Alor Tahun Anggaran 2020  meminta Pemkab Alor agar menunda pelaksanaan Expo Alor XIV dan  Alor Karnaval VII dimaksud.

Permintaan serupa juga disampaikan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Alor ketika melakukan aksi damai turun ke jalan, Selasa (22/9/2020), dan berorasi mulai dari Stadion Mini Kalabahi, Kantor Dinas Pariwisata, Kantor Bupati Alor dan di Gedung DPRD Kabupaten Alor.

Sekretrais GMNI Alor, Jamaludin Illu, menekankan bahwa Expo Alor dan Alor Karnaval berpotensi menyebarkan Covid-19 sehingga harus ditunda pelaksanaannya.

Namun Bupati Alor, Drs.Amon Djobo, dalam berbagai kesempatan, termasuk saat jumpa pers di ruang kerjanya menegaskan bahwa Expo Alor XIV dan  Alor Karnaval VII tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan mematuhi Protokol Kesehatan.

Pencetus Program Gemma Mandiri dalam Spirit Tancap Gas menuju Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar ini tidak ingin roda perekonomian terhenti, lalu masyarakat kian terhimpit kesulitan hidup.

“Kita tidak boleh takut berlebihan dengan Covid-19. Kita manusia diberi akal budi untuk menyiasati setiap tantangan yang muncul termasuk Covid itu sehingga kita terus bekerja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Jika masyarakat tidak patuhi protokol kesehatan, maka saya akan tutup Expo Alor lebih awal,” tegas Djobo.

Penegasan senada ditekankan lagi Asisten I Setda Alor, Fredrik I. Lahal, ketika mewakili Bupati Alor, Amon Djobo, menerima aktivis GMNI Alor saat berdemonstrasi di Kantor Bupati Alor.

Lahal yang juga Juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Alor ini menekankan bahwa Pemkab Alor akan tegas menerapkan Protokol Kesehatan selama Expo Alor XIV dan Alor Carnaval VII berlangsung.

Pantauan media ini, hingga Sabtu (26/9/2020), Arena Expo Alor XIV di Stadion Mini Kalabahi terus ditata secara baik dengan standar Protokol Kesehatan. Gabungan aparat keamanan dari Polres Alor, Kodim 1622 Alor dan Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Alor terlihat melaksanakan rekayasa lalu lintas dan gladi kesiapan pengamanan Expo Alor XIV di delapan titik ruas jalan menuju Stadion Mini Kalabahi, lokasi Expo Alor XIV.

Kapolres Alor, AKBP.Agustinus Christmas,S.I.K kepada media ini mengatakan setiap pengendara maupun pejalan kaki yang hendak memasuki kawasan Stadion Mini Kalabahi sebagai tempat pelaksanaan Expo Alor XIV jika tidak memakai masker akan diperintahkan untuk memakai masker, atau berbalik arah jika tidak membawa atau memilik masker. Pihaknya menerapkan Protokol Kesehatan.

Bupati Alor, Amon Djobo telah menetapkan Keputusan Nomor 281/HK/KEP/2020 tertanggal 22 September 2020 Tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Era Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Kegiatan Expo Alor XIV Dan Alor Karnaval VII Tahun 2020 di Kalabahi.

Keputusan Bupati Alor ini setelah mempertimbangkan antara lain bahwa dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19 yang dapat terjadi pada kegiatan Expo Alor XIV dan  Alor Karnaval VII Tahun 2020. (lik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *