Bupati Praing Ibaratkan Pencurian Ternak itu Seperti Tumor Ganas

WAINGAPU KABARNTT.CO– Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mengapresiasi dan mengucap terima kasih kepada Pemda NTT dan pemerintah pusat yang telah mengeluarkan kebijakan pemindahan narapidana dari Waingapu ke Nusakambangan,  Cilacap, Jawa Tengah.

Apresiasi itu disampaikan Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, kepada media di Waingapu, Senin (16/5/2022), menyusul pemindahan empat empat narapidana kasus pencurian ternak dari Lapas Waingapu ke Lapas Nusakambangan, Cilacap.

Bacaan Lainnya
tonykleden

Pemindahan empat narapidana itu sudah berlangsung, Sabtu (14/5/2022) lalu. Itu menjadi pemindahan kloter kedua narapidana kasus pencurian ternak dari Waingapu Sumba Timur, setelah sebelumnya pada Juli 2020.

Bupati  Praing menyatakan dukungannya atas pemindahan napi kasus pencurian ternak itu.

“Kita berterima kasih kepada pemerintah pusat, Kemenkumham RI, Dirjen Pas, dan pemerintah provinsi, serta Pak Gubernur yang mengambil kebijakan seperti ini. Kita sudah berharap dari beberapa tahun lalu,” ujar Bupati Praing.

Bupati Praing mendukung langkah ini karena kasus pencurian ternak di Kabupaten Sumba Timur sudah menjadi penyakit masyarakat yang kronis.

“Ini penyakit masyarakat yang kronis. Ibarat kita analogikan, sudah bukan tumor biasa tapi tumor ganas. Jadi perlu penanganan tidak bisa yang biasa saja,” tegas Bupati Praing.

Selain memberi dukungan, Bupati Praing juga berharap agar kebijakan itu juga menyasar para residivis kejahatan berat dan diterapkan untuk kasus di seluruh Sumba, bukan hanya di Kabupaten Sumba Timur.

“Saya pikir kalau saya ditanya ya saya sangat mendukung. Mudah-mudahan residivis juga harus ada kebijakan itu, dan berharap tidak hanya Sumba Timur tapi seluruh daratan Sumba ditetapkan seperti itu,” kata Bupati Praing.

Bupati Praing menyebut tingkat kejahatan terutama pencurian ternak berkurang. Pemerintah kabupaten, lanjut dia, telah meminta pihak kepolisian dan TNI untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pencurian ternak.

“Sekarang agak menurun, karena mulai tahun lalu kita minta Kapolda dan Danrem untuk dukung dengan penindakan tegas. Pak Latif, Kapolda saat itu iyakan, karena sudah jadi komitmen kepolisian,” tandasnya.

Menurut Bupati Praing, dengan tindakan tegas dan terukur dari aparat serta pemindahan narapidana ke Lapas Nusakambangan, maka para pelaku kejahatan pencurian ternak kini akan berpikir ulang jika beraksi lagi.

“Kita senang ada tindakan tegas dan terukur dari kepolisian pada waktu lalu. Kita dukung. Apalagi sekarang kalau seperti ini, dipindahkan, mereka berpikir seratus kali mau curi,” kata Bupati  Praing. (ama)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *