Bupati Kupang:  Jangan  Tanam Jagung Panen Rumput

Bupati Kupang, Korinus Masneno, menanam jagung di Desa Kuimasi, Sabtu (19/11/2022).

OELAMASI KABARNTT.CO--“Saya cukup berbangga kepada pemdes dan masyarakat Ddesa Kuimasi yang bersemangat melakukan kegiatan menanam dengan memanfaatkan  dana desa guna kesejahteraan masyarakat, khususnya pengembangan di bidang pertanian dan peternakan. Kiranya ini bisa menjadi contoh bagi kita semua.”

Ini penegasan Bupati Kupang,  Korinus Masneno, saat melakukan aksi tanam lamtoro teramba dan jagung di Desa Kuimasi, Sabtu (20/11/2022).

Bacaan Lainnya
tonykleden

Masneno menjelaskan, meski Kabupaten  Kupang kaya dengan potensi sumber daya alam, namun tidak semua masyarakat memiliki ide yang cukup dalam mengembangkan usaha yang ada di sekitanya. Dia berharap agar masyarakat dan pemerintah bisa terus bekerja sama membangun sesuatu yang dimiliki demi membangun manusia.

Tidak lupa Bupati Masneno mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik camat, sekcam, kades, para PPL maupun para siswa yang selalu membantu mendorong dan berdampingan dengan masyarakat di sini dalam pengembangan program pemerintah melalui Revolusi 5P di bidang peternakan dan pertanian.

“Jangan tanam jagung panen rumput. Rawatlah jagung yang ditanam ini sehingga hasilnya akan dinikmati oleh masyarakat di sini,” pinta Bupati Masneno.

Bupati Masneno berharap hasil tanam dari lahan seluas 20 hektar ini bisa menjadi sukses pertama dirinya  bersama rakyat.

“Semoga bisa berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat demi meningkatkan pendapatan perkapita di desa ini. Jangan pernah berpikir bermimpi dapat mendatangkan hasil tapi berpikirlah bahwa menabur dapat mendatangkan hasil,” tegas Bupati Masneno.

Terkait lamtoro teramba, jelas Bupati Masneno, pasti akan bertumbuh baik dan dalam kurun waktu 6 bulan sudah bisa dilihat hasilnya.

“Lokasi ini bisa jadi lokasi perkebunan lamtoro teramba yang luar biasa, bisa memenuhi kebutuhan pakan ternak di sini, bahkan bisa dijual ke luar,” ungkapnya.

Sementara Kades Kuimasi, Maksen A. F. Lifu, mengungkapkan, menanam lamroto dan jagung berawal dari masyarakat yang mencari nafkah di luar daerah dan atas dukungan masyarakat dirinya membuka lahan ini demi mata pencaharian masyarakat Desa Kuimasi sekaligus mendukung program Revolusi 5P dan program TJPS.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah hingga desa, BPD hingga masyarakatnya.

“Saya cukup berbangga dan berterima kasih karena masyarakat juga mendukung kegiatan ini. Dana yang dihabiskan untuk lahan seluas 20 hektar ini mencapai Rp 122 juta yang bersumber dari dana desa. Terima kasih juga bagi Pemkab Kupang yang dengan cepat merespon untuk hadir pada kegiatan ini,” ujar Maksen.

Turut mendampingi anggota DPRD Kabupaten  Kupang, Arnoldus Mooy, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kupang, Amin Djuariah, Kadis Peternakan  Kupang, Lecky Matte, Kabag Umum, John Sula, Kabag Prokopim, Beni Selan, Kepsek SMK PPN Kupang, Danramil 1604 Camplong, Kades se-Kecamatan Fatuleu, Kordinator PPL se -Kecamatan Fatuleu dan masyarakat setempat. (prokopim kupang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *