Walikota Kupang Jadi Narasumber Webinar PIKI : Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi di Wilayah Indonesia Timur

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, menjadi salah satu nara umber dalam webinar kebangsaan yang digagas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Sabtu (28/8/2021).

Webinar yang membahas tentang pemulihan ekonomi di masa pandemi di wilayah Indonesia Timur itu menghadirkan Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara, Ph.D, sebagai keynote speaker dan Walikota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Maurits Mantiri, MM serta Ketua LPEKD PIKI, Jackwin Simbolon, Ph.D selaku narasumber lainnya.

Bacaan Lainnya

Terlibat pula dalam webinar tersebut anggota DPD RI sekaligus Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe.

Ketua Umum DPP PIKI, Dr. Badikenita Putri Sitepu, dalam sambutannya menyampaikan PIKI sebagai rumah bersama para intelektual Kristen mempunyai misi untuk mengembangkan pemikiran akademik, kreatif dan strategis untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera.

Fokus mereka salah satunya adalah mewujudkan tujuan hidup bernegara yakni memajukan kesejahteraan umum bagi seluruh bangsa Indonesia.

Anggota DPD RI dari Provinsi Sumatera Utara ini mengakui masih ada ketimpangan pembangunan di Indonesia, terutama di wilayah timur. PIKI memberi perhatian serius pada persoalan ini. Terutama di tengah pandemi covid 19 yang sudah berlangsung kurang lebih 1,5 tahun ini, yang membawa dampak yang cukup luas baik dari aspek kesehatan maupun aspek ekonomi dan sosial.

Webinar ini digelar untuk melihat sejauh mana kesiapan pemerintah baik pusat maupun daerah dalam upaya penanganan covid 19 serta pemulihan ekonomi. Kota Kupang dan Kota Bitung dianggap mewakili pandangan dari pemerintah daerah di wilayah Indonesia Timur.

Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara, Ph.D, dalam pemaparannya mengajak pemerintah daerah untuk bersinergi dengan upaya pemerintah pusat khususnya dalam penanganan covid 19 dan pemulihan ekonomi.

Diakuinya pembatasan sosial mengakibatkan kegiatan ekonomi terhenti dan investasi tertekan serta konsumsi masyarakat menurun. Untuk stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang positif, pemerintah baik pusat maupun daerah didorong untuk meningkatkan belanja pemerintah.

Menurutnya, belanja pemerintah terutama hasil refokusing sebaiknya dimanfaatkan untuk beberapa hal penting antara lain dukungan kesehatan, perlindungan sosial, dukungan untuk sektor informal, menjalankan program-program prioritas dan insentif bagi pelaku dunia usaha misalnya dengan pengurangan pajak.

Prof. Suahasil Nazara juga menegaskan salah satu upaya yang sedang gencar diupayakan oleh pemerintah pusat untuk menangani covid 19 adalah lewat vaksinasi.

Menurutnya, saat ini sudah tercapai 93 juta dosis vaksin yang diberikan kepada seluruh warga Indonesia. Target pemerintah adalah mencapai 220 juta penerima vaksin dari total 270 juta warga Indonesia untuk mencapai herd imunity.

Menanggapi arahan tersebut, Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, memastikan Pemerintah Kota Kupang lewat program percepatan vaksinasinya telah mencapai 58 persen penerima untuk dosis pertama. Jumlah ini lebih tinggi dari pencapaian vaksinasi secara nasional.

Terkait pemulihan ekonomi di masa pandemi, Jefri menjelaskan warga Kota Kupang saat ini tidak hanya terdampak pandemi covid 19 tetapi belum lama ini, tepatnya pada April 2021 lalu Kota Kupang juga dihantam oleh badai siklon tropis seroja.

Banyak rumah warga yang rusak berat, dan sejumlah besar perahu nelayan yang rusak dan hilang saat badai.

Untuk itu pada kesempatan yang sama kepada Wamen Kemenkeu, Jefri minta dukungan bantuan dari pemerintah pusat tidak hanya lewat bantuan rutin yang sudah tersalurkan selama ini, tapi juga bantuan khusus bagi warga terdampak terutama para nelayan yang kehilangan kapalnya.

Senada dengan arahan Wamen Kemenkeu, mantan anggota DPR RI itu memaparkan, Pemerintah Kota Kupang telah memanfaatkan dana hasil refokusing senilai kurang lebih Rp 82 miliar untuk hal-hal yang sudah ditegaskan. Di antaranya adalah untuk pembenahan infrastruktur kesehatan, penyediaan obat dan vaksinasi.

Untuk pemulihan ekonomi, Pemkot Kupang juga telah menyalurkan sejumlah bantuan sosial berupa paket sembako bagi warga terdampak yang kurang mampu serta bantuan pengembangan UMKM berupa peralatan dan bahan. Bahkan di awal pandemi tahun 2021 lalu, Pemkot Kupang juga telah menggelar pelatihan bagi 5000 pemuda di Kota Kupang untuk melahirkan start up baru yang merintis usaha dengan memanfaatkan teknologi informasi di tengah pandemi.

Jefri juga memastikan akan melanjutkan program-program prioritas pro rakyat yang selama ini disambut antusias oleh masyarakat seperti program bedah rumah.  (pkp_ans)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *