Transmisi Lokal Covid-19 di Sumba Timur Tidak Terbendung

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO— Ini peringatan untuk Sumba Timur. Saat ini paparan Covid-19 akibat transmisi lokal sudah tidak bisa dibendung lagi. masyarakat mesti perlu lebih disiplin lagi.

Kasus Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur meningkat secara signifikan. Bahkan sejauh ini korban meninggal akibat virus ini sudah mencapai 8 orang.

Bacaan Lainnya

Dari data Posko Percepaan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur hingga Selasa,  12 Januari 2021, tercatat total kasus mencapai 160 kasus dengan akumulasi pasien dirawat 104 kasus, sembuh 48 kasus dan meninggal dunia 8 kasus.

Para korban terpapar dan meninggal dunia ini tersebar di 5 kecamatan di Sumba Timur, yakni Kecamatan Kanatang, Kota Waingapu, Kambera, Kambata Mapambuhang, Pandawai, dan Kecamatan Umalulu.

Juru bicara Percepaan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryatana, dikonfirmasi beberapa waktu lalu terkait kasus meninggal di Kabupaten Sumba Timur, membenarkan jika sampai dengan saat ini kasus meninggal di Kabupaten Sumba Timur sudah mencapai 8 kasus meninggal.

Chrisnawan  juga mengungkapkan terjadi peningkatan luar biasa untuk  kasus konfirmasi positif Covid-19, baik itu akibat transmisi lokal maupun pelaku perjalanan.

“Benar di Kabupaten Sumba Timur sudah ada 8 kasus meninggal dunia dan konfirmasi positif memang cukup meningkat dari hari ke-hari, baik itu transmisi lokal maupun dari pelaku perjalanan,” jelas Chrisnawan.

Dengan kondisi seperti ini, tegas Chrisnawan, masyarakat seharusnya sudah lebih disiplin diri untuk mencegah paparan Covid-19 dari orang lain, yakni disiplin protap kesehatan, tidak lagi bandel berkumpul dengan orang lain dan memastikan diri agar selalu memakai masker jika harus keluar rumah, karena kasus transmisi lokal sudah tidak bisa dibendung lagi di kabupaten ini.

“Hanya dengan disiplin protap kesehatan kita mencegah penularannya, sehingga sudah saatnya kita sadar dengan protokol kesehatan. Jangan bandel pakai masker jika harus keluar rumah, hindari kerumunan,” serunya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *