Tragis, Warga Manggarai Barat Tewas Tersambar Petir

  • Whatsapp

LABUAN BAJO KABARNTT.CO–Petrus Santu, warga Dusun Capi, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), diduga tersambar petir hingga tewas di Lingko (kebun) Pilipo.

Hal itu disampaikan ipar korban, Vinsensius Vebrin, saat ditemui media di rumahnya, Jumat (12/2/2021) malam.

Bacaan Lainnya

“Almarhum ditemukan tak bernyawa, dipenuhi luka bakar di sekujur tubuh dan berada di atas tumpukan kayu tepat di pinggir saluran Irigasi Pilipo, Dusun Capi sekitar pukul 20.30 Wita,” kata Vinsensius.

Dengan kondisi seperti itu, kata Vinsensius, keluarga menduga almarhum meninggal karena tersambar petir. Apalagi saat kejadian wilayahnya diguyur hujan disertai petir.

Berdasarkan informasi dari Vinsensius, pada pagi hari almarhum diminta bantuan oleh Suhardi (tetangga almarhum) untuk memotong kayu dolken di Lingko Pilipo.

“Ia berangkat ke kebun tersebut tanpa membawa bekal makanan. Kecurigaan kami keluarga, kok Petrus belum lama pulang, tidak sampai di rumah hingga malam hari?” tanya Vinsensius.

Merasa janggal, tutur Vinsensius, dirinya bersama rekan dan anggota keluarga, berangkat menuju  kebun tersebut untuk mengecek keberadaannya.

“Sesampainya di lokasi kita temukan korban dalam kondisi terkapar dengan luka menghitam dan mengenakan dua bilah parang, satu di pinggang dan satu di tangan,” jelasnya.

Keluarga bersama rekan korban, langsung mengevakuasi korban ke rumahnya di Dusun Capi. Almarhum  meninggalkan istri terkasih Yuliana Milda dan 5 orang buah hati, 3 perempuan dan 2 laki-laki.

“Sehari-hari korban bekerja sebagai petani. Atas kondisi tersebut keluarga menerima kenyataan sebagai musibah,” tutupnya.

Sementara itu pantauan kabarntt.co di lokasi, rumah korban penuh dikunjungi kerabat korban. Terlihat juga Babinkamtibmas Desa Golo Bilas, Bripka Andi. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *