Sumba Tengah Pecah Telur, Pasien Covid-19 Pertama Meninggal

  • Whatsapp

WAIBAKUL KABARNTT.CO—Satu pasien positif Covid-19 dari Kabupaten Sumba Tengah meninggal dunia di Rumah Sakit Karitas Waitabula, Sumba Barat Daya. Pasien ini menjadi warga pertama Sumba Tengah yang meninggal akibat Covid-19

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Tengah, Andreas Fa. Amd. Kep, ketika dihubungi kabarntt.co lewat telepon seluler Jumat (29/1/2020) malam membenarkan kejadian ini.

Bacaan Lainnya

Andreas mengatakan, korban diketahui positif Covid-19 dari pemeriksaan rapid antigen.

“Benar orang Sumba Tengah yang meninggal di Rumah Sakit Karitas Waitabula. Masuk Rumah sakit Karitas Waitabula pada hari kamis tanggal 28 Januari 2020 pukul 14.00 Wita, dan langsung dilakukan rapid antigen dan positif. Tadi pagi mendengar kabar meninggal dunia dengan reaktif rapid antigen, sehingga dikuburkan sesuai dengan protokol kesehatan,” jelas Andreas.

Andreas mengatakan, baru kemarin pihak Rumah Sakit Karitas memberikan informasi kepada Tim Gugus Sumba Tengah jika ada penduduk Sumba Tengah yang meninggal dengan reaktif pada rapid antigen dan meminta agar pemakamannya dilakukan secara protokol kesehatan.

“Pas kemarin reaktif pada pemeriksaan antigen, Rumah Sakit Karitas tempat pasien dirujuk tidak memberikan informasi. Setelah pasien meninggal hari ini, baru diinformasi ke Tim Satgas Sumba Tengah, sehingga kami langsung mempersiapkan pemakaman secara protokol kesehatan, yang dikawal ketat oleh TNI-Polri,” kata Andreas.

Untuk pelacakan mereka yang kontak erat, menurutnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan keluarga agar semua orang yang pernah kontak dengan pasien segera melapor ke Tim Satgas Sumba Tengah, sehingga dilakukan pemeriksaan rapid antigen.

“Kami koordinasi dengan keluarga untuk pelacakan secara detail, dan keluarga sangat menerima dengan baik. Mungkin besok kami sudah melakukan rapid antigen kepada seluruh keluarga yang pernah kontak dengan pasien,” imbuhnya.

Menurutnya, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Tengah sejauh ini mencapai 63 kasus dengan pemerikasaan PCR, rinciannya 2 kasus dirawat, 61 sembuh, sedangkan 1 kasus meninggal dengan pemeriksaan rapid antigen reaktif.

Untuk diketahui, pasien yang meninggal merupakan pelaku perjalanan dan merupakan warga Desa Oka Wacu, Kecamatan Katiku Tanah Selatan, Kabupaten Sumba Tengah. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *