Rayakan HUT ke-61, BPN SBD Tandai dengan Pencanangan Zona Integritas

  • Whatsapp

TAMBOLAKA KABARNTT.CO—Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumba Barat Daya (SBD) mencanangkan  pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Pencanangan  zona integrtas menuju WBK ini mengisi perayaan HUT ke-61 BPN. Acara pencanangan ini dilakukan di halaman Kantor BPN SBD, Jumat (24/9/2021).

Bacaan Lainnya

Acara ini dihadiri  Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, Kapolres SBD, AKBP Sigit Harimbawan, SH, SIK, MH, Dandim 1629/SBD, Letkol Inf. Alfat Denny Andrian, Kasi Intel Kejari Sumba Barat, Johan Dwi Junianto,SH., M. Salim, SH., mewakili Pengadilan Negeri Waikabubak, beserta tamu undangan lainnya.

Kepala BPN SBD, Ridonsius Djula, S.ST., dalam sambutannya mengatakan reformasi birokrasi merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat dan professional.

“Untuk itu perlu secara konkrit melaksanakan program reformasi birokrasi pada unit kerja melalui upaya pembangunan zona integritas,” ungkapnya.

Ridon menjelaskan, untuk melaksanakan pembangunan zona integritas kita berpedoman kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 tahun 2014 yang sudah diperbaharui menjadi Permen Nomor 10 tahun 2019, yaitu melayani, profesional dan terpercaya.

Lebih lanjut Ridon Djula menuturkan, membangun integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)  dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)  tidak mudah.  Terdapat 6 komponen pengungkit yang menjadi faktor penentu pencapaian sasaran hasil pembangunan zona integritas.

“Enam komponen tersebut adalah manajemen perubahan,  penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan dan penguatan kualitas pelayanan publik,” jelas Ridon.

Ridon juga mengapresiasi semangat jajaran Kantor Pertanahan SBD  yang sudah bahu membahu menyiapkan pembangunan zona integritas. Pihaknya berkomitmen membangun zona integritas, walaupun dengan keterbatasan yang ada, tetapi terus mencoba melakukan yang terbaik demi meraih WBK dan WBBM.

Sementara itu Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, dalam sambutannya memberi apresiasi kepada Kantor Pertanahan SBD yang mencanangkan pakta zona integritas. Hal ini selain memberi semangat bagi jajaran Kantor Pertanahan SBD, juga bagi Pemerintah Daerah SBD.

“Ini menjadi momentum untuk kita refleksikan pelayanan kita pada masyarakat dan publik, dan terus bekerja keras, tulus dan patuh pada aturan yang ada,” ungkap Bupati SBD.

Bupati Kodi Mete menyadari di usia SBD yang sudah 14 tahun ini, seandainya pencanangan pembangunan zona integritas ini sudah dilakukan sejak dahulu, maka kehidupan di SBD sudah akan lebih bagus lagi.

Kantor Pertanahan, kata Kodi Mete, sudah berperan bagus sejak SBD mekar dari kabupaten induk Sumba Barat dan mendukung program pembangunan di SBD khususnya Desa Tentram, Desa Mandiri Pangan bahkan sampai pada Desa Wisata.

Bupati Kodi Mete berharap Covid-19 segera berakhir sehingga pembangunan di SBD dapat berjalan lancar menuju Loda Wee Maringi Pada Wee Malala. Dari tahun 2019 sampai dengan 2024, SBD bertekad membangun mulai dari desa.

Dipantau oleh media ini pencanangan pembangunan zona integritas ini diwarnai dengan juga penandatanganan zona integritas oleh Kepala Kantor Pertanahan, Bupati SBD, Kapolres SBD, Dandim 1629/SBD, perwakilan Kejari Sumba Barat dan Pengadilan Negeri Waikabubak.

Selain itu juga penyerahan sertifikat tanah kepada Pemda SBD, Polres SBD, GKS Jemaat Poma, Konggregasi Santo Volto, Yayasan Tunas Timur dan sertifikat PTSL Desa Wee Wella. Dan dilanjutkan pemotongan tumpeng perayaan HUT ke-61 Agraria Nasional.  (ota)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *