Melonjak Signifikan Covid-19 di Sumba Timur

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO—Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur bertambah secara signifikan, baik yang diperiksa melalui rapid antigen maupun yang diperiksa melalui PCM di Rumah Sakit Umum Daerah Rara Meha.

Hal ini terlihat jelas pada data di Posko Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur yang meningkat secara signifikan. Pada tanggal 8 Maret 2021 tercatat ada penambahan mencapai 20 kasus Covid-19 melalui pemeriksaan PCM dan melalui rapid antigen mencapai 72 kasus.

Bacaan Lainnya

Dengan demikian total kasus Covid-19  di Kabupaten Sumba Timur mencapai 516 kasus dengan akumulasi kasus dirawat 110 kasus, kasus sembuh 390 kasus dan kasus meninggal 16 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, melalui Kepala Bidang P2P, Jonker Litelnoni, Selasa (9/3/2021), mengaku benar terjadi penambahan kasus Covid-19 yang cukup tinggi.

Jonker menyebut transmisi lokal yang paling banyak menjadi pemicunya sehingga sangat sulit dideteksi dari mana sumbernya.

Namun, kata Jonker, pihaknya terus melakukan pelacakan dan menghimbau agar masyarakat tetap pada protokol kesehatan.

“Memang terus meningkat dan karena sudah transmisi lokal jadi sangat sulit untuk melacak sumbernya dari mana. Kami tetap berusaha untuk melacak dan menangani semua kasus Covid-19 yang terjadi di Sumba Timur. Sesuai pemeriksaan PCM kemarin tanggal  8 Maret itu memang ada 20 kasus yang diperiksa PCM, sedangkan yang diperiksa rapid rntigen mencapai 72 reaktif,”  urai Jonker.

Jonker mengatakan, karena di Sumba Timur itu sudah masuk pada kasus transmisi lokas sehingga tidak bisa dipetakan lagi atau diklasterkan, karena transmisi lokal sudah menyebar di mana-mana. Susahnya karena sebagian besar kasus yang terjadi di Sumba Timur itu tanpa ada gejala apapun.

“Kasus yang terjadi tidak bisa lagi disebut klaster karena sudah menyebar luas. Kita tahu Sumba Timur sudah terjadi transmisi lokal, sudah menyebar di mana-mana dan kasus yang selalu kami temukan baik itu rapid antigen reaktif maupun PCM positif, persentasi terbesar itu tanpa ada gejala apapun, sehingga memang sulit terlacak sumber maupun kasusnya,” bebernya.

Pihaknya berharap vaksinasi yang sudah dilakukan berangsur-angsur ini dapat memberikan dampak positif terhadap kasus Covid-19 di Sumba Timur.

Saat ini vaksinasi sudah tahap 2, namun masih diprioritaskan untuk nakes dan juga pejabat publik. Masyarakat juga akan mendapatkan vaksinasi sesuai tahapan.

“Besok akan dilakukan vaksinasi tahap 2, dan masih diprioritaskan nakes yang belum divaksin,  selebihnya juga untuk pejabat publik. Dan untuk masyarakat akan secara bertahap mendapatkan vaksinasi sinovac tersebut,” imbuhnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *