Ketua DPRD Kupang Bantah Terjadi Penyerahan Bandara El Tari ke Kota Kupang

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, membantah terjadi penyerahan Bandara El Tari ke Pemerintah Kota Kupang.

Bantahan Taimenas itu dikemukakannya kepada para wartawan, Sabtu (9/1/2021) malam di Kota Kupang. Bantahan itu meluruskan pemberitaan sejumlah media sebelumnya bahwa  telah terjadi penyerahan aset Bandara El Tari Kupang dari Kabupaten Kupang ke Pemerintah Kota Kupang, Senin (28/12/2020) lalu.

Bacaan Lainnya

Bantahan Taimenas itu juga merespon sejumlah pihak di DPRD Kabupaten Kupang seolah-olah Taimenas menghadiri acara penyerahan aset Bandara El Tari dari Kabupaten Kupang ke Pemerintah Kota Kupang tanpa sebelumnya sudah melalui kesepakatan dalam rapat pleno DPRD Kabupaten Kupang.

Surat Undangan dari Gubernur NTT

Taimenas menegaskan, tidak ada aset yang diserahkan ke Pemkot Kupang. “Publik perlu tahu bahwa tidak ada penyerahan aset dari Kabupaten Kupang ke Pemkot Kupang. Sebab, sesuai agenda dalam undangan adalah membahas penyelesaian tapal batas, bukan penyerahan aset kepada Pemkot Kupang termasuk bandar udara El Tari Kupang,” tegasnya.

Taimenas mengatakan, kehadirannya dalam pertemuan yang difasilitasi Gubernur NTT di Kantor Gubernur NTT, Senin (28/12/2020) lalu adalah sebagai pimpinan DPRD Kabupaten Kupang untuk membahas penyelesaian tapal batas, bukan penyerahan aset.

“Saya hadir sesuai agenda dalam surat itu, yakni penyelesaian tapal batas. Tidak ada penyerahan aset waktu itu,” tandasnya.

Taimenas mengatakan, siap dikoreksi dan dikritik.

Menanggapi permintaan beberapa fraksi di DPRD Kabupaten Kupang untuk memberikan klarifikasi terkait masalah itu,  Taimenas menyatakan siap.

“Saya siap untuk jelaskan, bahwa saya diundang sebagai Ketua DPRD untuk membahas penyelesaian tapal batas, bukan penyerahan aset,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kupang, Habel Mbate.

Kata dia, fraksinya tetap merujuk pada agenda undangan yakni penyelesaian tapal batas.

“Pak Dan (Taimenas) hadir dalam konteks penyelesaian tapal batas, bukan penyerahan aset,”  Habel.

Soal wilayah Bandara El Tari Kupang, jelas Habel, sesuai keterangan BPN bahwa sertifikat Bandara El Tari berada di wilayah Kota Kupang. “Sejak dulu, Bandara El Tari sudah masuk Kota Kupang. Bahkan infrastruktur di sekitar bandara dibiayai APBD Kota Kupang,” jelasnya.

Menurut Taimenas dan Habel,  sebenarnya tidak ada masalah dengan pertemuan di Kantor Gubernur NTT, akhir tahun lalu itu. “Kalau ada yang merespon lain, seakan-akan saya hadir menyerahkan aset, saya tegaskan tidak ada penyerahan aset,” tandasnya. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *