Kadis Kesehatan Kota Kupang Tepis Penumpukan Vaksin

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, menepis dugaan penumpukan vaksin jenis astrazeneca di Kota Kupang.

Retno menegaskan vaksin astrazeneea yang ada di Kota Kupang itu adalah dropingan dari Dinas Kesehatan NTT, bukan permintaan Pemerintah Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

“Kesalahan ada di pihak Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Karena apa? Dosis vaksin yang mendekati kadaluarsa tersebut adalah dropingan, bukan pengajuan dari Pemerintah Kota Kupang,” kata Retno kepada kabarntt.co, Selasa (14/9/2021).

Retno mengaku Pemerintah Kupang hanya membantu untuk menghabiskan vaksin itu agar tidak kadaluarsa.

“Vaksin itu baru diserahkan tanggal 30 Agustus 2021 dan September sudah expired. Itu bukan permintaan kami Kota Kupang. Permintaan kami itu yang kami lakukan pada vaksinasi Astra tahap II yang 6.000 dosis dan sudah kami lakukan vaksinasi. Tidak ada dosis vaksin yang dibilang di koran itu ada 4-5 vial yang masih tersimpan di Kota Kupang. Yang ada itu 5.000 yang dropingan, bukan permintaan,” tegasnya.

“Jadi mereka distribusi ke kami 10.000 dosis, dan mereka minta tolong untuk habiskan, dan kami baru habiskan 5.000 dosis yang saya sasar kepada masyarakat. Sebanyak 5.000 lagi yang besok ini saya koordinasikan dengan camat dan lurah. Saya ini membantu menyelesaikan dosis yang mereka droping ke kami, sehingga jangan malah menyalahkan kami,” tegasnya.

Pihaknya juga masih khawatir, jika memaksakan diri untuk menyalurkan 5.000 dosis astrazeneca kepada masyarakat Kota Kupang, karena tidak akan mendapatkan dosis ke-II karena tanggal kadaluarsanya.

“Ya saya masih khawatir jika saya paksa kasih tahap I ke masyarakat, saya khawatir dia tidak akan dapat tahap ke-II, karena rentang waktu vaksin jenis astra itu hampir 3 bulan dan tidak bisa saya paksakan, karena vaksin jenis sinovac sih aman kan rentang waktunya cuman 3 minggu,” serunya.

Karena itu pihaknya mempertanyakan perencanaan distribusi yang dibuat oleh pemerintah provinsi melalui Dinas Kesehatan Provinsi.

“Kami sudah hampir mencapai 65 persen dan sudah 66 persen, kenapa dosis vaksin jenis Astrea Zeneca kenapa tidak didistribusikan kepada kabupaten yang persentasinya masih di bahwa. Kenapa harus ke kami, dan bukan kepada kabupaten yang masih rendah,” tanya Retno.

Pihaknya juga menghimbau agar pemerintah provinsi benar-benar memiliki data penyebaran vaksinasi di NTT, sehingga kabupaten yang persentasi vaksinasinasinya masih di bawah dapat lebih diprioritaskan untuk pendistribusian dosis vaksin, karena persentase vaksinasi untuk NTT baru mencapai 17 persen.  (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *