Jumat, Sabtu, Minggu Pintu Masuk Kota Kupang Dibatasi

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Pemerintah Kota Kupang menyikapi serius penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV.  Salah satu ketentuan yang mulai diterapkan adalah pembatasan di setiap pintu masuk Kota Kupang pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Pembatasan ini merupakan satu dari tiga ketentuan baru PPKM Level IV untuk Kota Kupang, sebagaimana dikemukakan Walikota Kupang, dr. Herman Man, dalam konferensi pers, Senin (26/7/2021).

Bacaan Lainnya

Herman Man mengatakan, tiga ketentuanbaru PPKM Level IV Kota Kupang merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 25 tahun 2021 dan juga sesuai denga Instruksi Kementrian Kesehatan yang menetapkan 3 kabupaten/kota di NTT menerapkan PPKM Level IV, yakni Kabupaten Sikka, Sumba Timur dan Kota Kupang.

Herma Man mengatakan, Pemerintah Kota Kupang langsung menyikapi instruksi itu  dengan melakukan rapat terbatas sehingga  menerbitkan surat edaran PPKM Level IV.

“Pada intinya, edaran yang kami buat sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 25 Tahun 2021. Namun terdapat klausul kepada kepala daerah yang dibutuhkan di tingkat daerah. Surat edaran PPKM Level IV sama dengan penerapan PPKM Level III,” kata Herman Man.

Dengan merujuk pada instruksi itu, kata Herman Man, Pemerintah Kota Kupang menetapkan 3 kententuan baru dalam surat edaran pelaksanaan PPKM Level IV.

Tiga ketentuan baru itu, yakni :

Pertama, seluruh aktivitas kemasyarakatan diperkenankan hanya sampai dengan pukul 21.00 Wita. Sesudah itu Sat Pol PP dibantu TNI-Polri dan Tim Gugus akan melakukan penertiban, sekaligus memberikan sanksi tegas, seperti mencabut izin usaha, KUHP ditangani oleh polisi atau undang-undang karantina, teknisnya ditangani oleh polisi.

Kedua, kegiatan ekonomi seperti pasar dibuka dari jam 04.00-10.00 Wita dan 17.00 – 20.00 Wita  dengan dampingan TNI-Polri, Sat Pol PP dan Dinas Perhubungan.

“Jika tidak mengikuti aturan yang sudah diatur, maka akan dikeluarkan dari pasar. Sanksinya penjual dihentikan berjualan selama satu minggu. Sopir dari luar kota yang tidak mengikuti protokol kesehatan akan dilarang masuk dalam pasar,” jelasnya.

Ketiga, untuk akhir pekan (Jumat, Sabtu dan Minggu) akan dilakukan pembatasan di pintu masuk Kota Kupang yang diatur oleh Dinas Perhubungan dan TNI-Polri.

“Kami akan berlakukan penyekatan atau pembatasan warga Kota Kupang. Yang melakukan rekreasi (piknik) dalam dan luar Kota Kupang untuk sementara dilarang karena risikonya sangat tinggi, apalagi yang belum vaksin,” serunya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *