Gubernur dan Walikota Kupang Barengan Tinjau Korban Badai Seroja

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), dan Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH turun bersama meninjau korban badai seroja di sejumlah titik pengungsian, Senin (12/4/2021).

Turut serta dalam kunjungan tersebut Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dan segenap pimpinan perangkat daerah terkait serta para camat dan lurah setempat.

Bacaan Lainnya

Titik pertama yang dikunjungi rombongan Gubernur dan Walikota adalah posko pengungsian korban longsor di RT 03, RW 01 Kelurahan Oebufu. Pada lokasi tersebut Gubernur VBL menemui kurang lebih 167 jiwa dari 34 kepala keluarga yang terdampak bencana badai seroja. Sebagian besar rumah dalam kondisi rusak berat dan tidak dapat ditinggali. Kondisi yang hampir sama juga disaksikan Gubernur dan Walikota di Kampung Amanuban, Kelurahan Oebufu.

Kepada para korban yang ditemuinya di tenda pengungsian, Gubernur VBL menyampaikan pemerintah akan segera menyalurkan bantuan material seperti seng, paku seng dan kayu untuk perbaikan rumah warga yang masuk kategori rusak ringan dan sedang.

Untuk mencegah penyebaran covid 19 yang masih mengancam, Gubernur menyarankan sebaiknya warga tidak dikumpulkan terpusat di kamp pengungsian, tetapi disebar ke rumah-rumah warga yang bersedia menampung mereka.

Menurutnya, pihak BNPB akan menyiapkan anggaran sewa rumah kurang lebih 500 ribu rupiah per bulan sambil menunggu relokasi.

Gubernur mengapresiasi Dinas Kesehatan Kota Kupang yang sejak awal pasca bencana telah melakukan rapid antigen para pengungsi di kamp-kamp pengungsian.

Menurutnya, jika perlu rapid antigen dilanjutkan dengan tes PCR kepada semua korban yang ada di lokasi pengungsian untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19.

Untuk warga yang rumahnya rusak berat dan tidak dapat digunakan lagi, Gubernur VBL minta kesediaan warga untuk direlokasi di lahan yang sedang disiapkan Pemkot. Pemerintah Kota Kupang akan menyiapkan lokasi kurang lebih 5 hektar untuk relokasi para korban sementara rumah warga tersebut akan dibangun dengan dana bantuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tentang tanah untuk relokasi, Gubernur minta agar Pemkot Kupang segera membereskan urusan tersebut.

Menanggapi permintaan tersebut, Walikota Kupang, Jefri Riwu  Kore memastikan akan membereskan secepatnya. Jefri mengatakan, pihaknya siap berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait pengurusan kepastian kepemilikan tanah.

Malam sebelumnya  Jefri telah melakukan pertemuan dengan para camat dan lurah dan menginstruksikan untuk segera menginventarisir tanah milik Pemkot Kupang yang masih kosong dan bisa dimanfaatkan.

Lokasi yang potensial sebagai lahan relokasi, menurut Jefri, ada di wilayah Manulai 2. Pemerintah Kota Kupang akan segera membereskan urusan administrasi terkait tanah tersebut untuk segera dilaporkan kepada pemerintah pusat.

Saat ini, kata Jefri,  dari data yang telah dihimpun petugas di lapangan tercatat kurang lebih 475 warga terdampak badai seroja yang harus direlokasi.

Selain di Kelurahan Oebufu, Gubernur dan Walikota juga menyambangi beberapa lokasi pengungsian lainnya seperti Gereja GMIT Kaisarea BTN di Kelurahan Kolhua, SD Inpres Labat, Kelurahan Bakunase II serta lokasi pengungsian di Gereja GMIT Eden Kisbaki, Kelurahan Manutapen. (pkp_ans)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *