Golkar Mulai Jaring Bacaleg Periode Mendatang

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Partai Golkar mulai menjaring bakal calon legislatif (Bacaleg) periode mendatang, baik untuk kabupaten, provinsi maupun pusat.  Kesempatan menjadi anggota legislatif dari Partai Golkar ini  terbuka untuk semua orang.

Dalam Rapat Pleno DPD Golkar NTT bersama jajaran pimpinan DPD 2 Golkar se-NTT, Minggu (10/1/2021) petang, diputuskan agar penjaringan Bacaleg periode mendatang dilakukan lebih awal.

Bacaan Lainnya

“Kita sudah bisa mulai menjaring bakal calon legislatif dari sekarang. Ini kesempatan terbuka luas untuk siapa saja yang mau menjadi anggota Dewan. Terbuka juga untuk para pensiunan ASN, TNI/Polri yang mau menjadi anggota Dewan,” kata Ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena, yang memimpin rapat secara virtual.

Keputusan melakukan penjaringan bacaleg lebih awal, sebagaimana pendapat yang menguat dalam rapat itu berdasarkan sejumlah pertimbangan. Salah satunya adalah regulasi mengenai Pileg, Pilkada, dan Pilpres belum ada.

Sambil menunggu regulasi berupa UU Pemilu yang baru, Partai Golkar mengambi kebijakan memulai saja proses penjaringan bakal caleg di semua tingkatan.

Dengan merujuk pada juklak dan juknis internal,  Golkar akan menjaring dan menetapkan lebih dari 200 persen bacaleg di setiap daerah pemilihan. “Bila perlu lebih dari 200 persen. Bisa 250 persen, 300 persen tidak apa-apa. Kita jaring saja baru akan mengerucut pada 100 persen,” kata Ketua Bapilu Golkar NTT, Frans Sarong.

Sarong mengatakan, penjaringan dan pendaftaran bacaleg dilakukan secara terbuka dan tanpa dipungut biaya sepeser pun. “Kebijakan prioritas tetap dijaga, yakni mengutamakan “anak kandung” atau kader Golkar, namun juga tetap membuka pintu selebar-lebarnya bagi pihak luar yang diyakini berpotensi meraup suara signigikan,” kata Sarong.

Selain mempersilakan siapa saja yang berminat menjadi anggota Dewan, Ketua DPD Golkar NTT, Melki Laka Lena, juga menegaskan, bacaleg dari Golkar mewakili kelompok milenial (di bawah 45 tahun) sebanyak 40 %, kaum perempuan 40 % dan lainnya 20 %.

Frans Sarong mengingatkan, para bacaleg ini nanti akan disurvai di lapangan guna melihat popularitas dan elektabilitasnya. “Dari situ baru akan terseleksi siapa-siapa yang  akan dipilih guna memenuhi 100 persen kuota di setiap dapil. Para caleg nanti juga akan mengikuti Golkar Academy, atau semacam sekolah Golkar, yang tempat dan waktunya akan ditentukan kemudian,”  kata Sarong. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *