Forkopimda Siap Dukung Pemkot Kupang Tata Kota dan Tangani Covid 19

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang memastikan dukungannya kepada Pemerintah Kota Kupang dalam upaya menata kota ini menjadi lebih baik dan menangani Covid 19.

Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH, bersama Forkopimda di ruang kerjanya, Selasa (23/3/2021).

Bacaan Lainnya

Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S.Sos, Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK, Komandan Kodim 1604 Kupang, Letkol ARH Abraham Kalelo, S.Sos, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Odermaks Sombu, SH, MA, MH, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E, M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kupang,  Agus Ririmasse, AP., M.Si serta Asisten Administrasi Umum Setda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, dalam pertemuan tersebut menyampaikan terkait tindak lanjut Instruksi Mendagri No. 6 Tahun 2020 tentang penanganan Covid-19, pada prinsipnya Polri dan TNI dalam posisi siap mendukung pemerintah daerah setempat.

Bahkan, menurutnya, Polres Kupang Kota telah menginisiasi dibentuknya Kelurahan Tangguh di beberapa kelurahan di Kota Kupang, yang menjalankan sejumlah fungsi terkait Covid-19 seperti sosialisasi protokol kesehatan, pendataan, tracing dan kunjungan ke warga.  Progres kegiatan mereka dilaporkan setiap hari dan dipantau langsung oleh Kapolres Kupang Kota.

Pada kesempatan yang sama Kapolres juga minta agar Pemerintah Kota bisa memberikan penghargaan kepada para petugas di garda terdepan penanganan Covid-19 berupa insentif meski tidak harus dalam jumlah besar.

Diakuinya, saat ini masih ada faktor x yang nilainya kecil tapi mempunyai pengaruh yang besar dalam penyebaran Covid-19, yaitu rendahnya ketaatan masyarakat terhadap prokes.

Karena itu dia minta agar Patroli Prokasih dengan melibatkan semua elemen baik polisi, TNI dan Satpol PP diaktifkan kembali, karena menurutnya sangat efektif dalam menekan laju penyebaran Covid-19 di Kota Kupang.

Dukungan terhadap upaya penanganan Covid-19 di Kota Kupang juga disampaikan Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S.Sos. Senada dengan Kapolres Kupang Kota, Loudoe juga minta agar Pemkot Kupang memberi perhatian kepada para petugas lapangan yang menjadi ujung tombak penanganan Covid-19.

Selain itu Loudoe juga mengingatkan tentang pentingnya menyediakan fasilitas isolasi mandiri bagi warga kurang mampu yang rumahnya tidak layak, misalnya dengan menyewa hotel berbiaya standar namun memenuhi syarat.

Sementara mengenai rencana pembangunan  taman dalam rangka menata Kota Kupang jadi lebih baik,  kata Loudoe, DPRD Kota Kupang siap memberikan dukungan, dengan catatan selalu mengikuti ketentuan yang berlaku sehingga tidak bermasalah di kemudian hari, misalnya dalam penentuan nilai tanah yang mau diganti rugi.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Odermaks Sombu, SH, MA, MH menyoroti soal refokusing anggaran oleh Pemda untuk penanganan Covid-19. Oleh pimpinan di pusat mereka diminta untuk terus memantau dan membangun sinergi dengan pemda setempat supaya dalam penerapannya sesuai dengan petunjuk yang telah ditentukan dan tidak ada penyalahgunaan, mengingat dananya besar dan dipakai untuk kepentingan banyak orang.

Mengenai pembangunan di Kota Kupang, menurut Kajari, masyarakat tentunya harus memberikan dukungan agar kota ini bisa jadi lebih baik.

Menyinggung soal kendala pembebasan lahan di sejumlah lokasi pembangunan, Kajari menawarkan kerja sama yang ditandai dengan MoU agar pihak kejaksaan bisa membantu Pemkot Kupang menangani masalah-masalah hukum terkait pembangunan tersebut dengan berperan sebagai pengacara negara.

Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM,MH, menjelaskan pertemuan hari ini merupakan agenda rutin yang sudah disepakati bersama Forkopimda untuk melakukan koordinasi secara berkala. Dua topik utama yang dibahas dalam pertemuan kali ini adalah tentang penanganan Covid-19 dan tentang pembangunan di Kota Kupang khususnya di tiga lokasi, yakni koridor 3, lokasi depan Hotel Aston dan di pesisir pantai LLBK.

Mengenai penanganan Covid-19, menurut Jefri, Pemkot Kupang berpedoman pada Instruksi Mendagri No 6 tahun 2020. Saat ini, NTT masuk kategori zona merah baru, karena itu perlu ada tindak lanjut apa yang harus dikerjakan untuk menekan angka tersebut.

Diakuinya, saat ini di Kota Kupang ada tren penurunan dibandingkan dengan bulan September 2020 lalu. Namun  masih ada warga yang keras kepala dan tidak mau menaati prokes, karena itu perlu ada sanksi yang lebih tegas yang memberikan efek jera supaya orang bisa lebih taat.

Menanggapi usulan Kapolres Kupang Kota dan Ketua DPRD tentang perhatian kepada para petugas lapangan, menurutnya, semua sudah diperhitungkan dan dialokasikan dalam refockusing anggaran tahun ini.

Sementara mengenai fasilitas isolasi mandiri bagi warga kurang mampu, Jefri juga telah minta Inspektorat untuk me-review hotel-hotel yang layak untuk kebutuhan tersebut.  Bahkan Pemkot Kupang telah menganggarkan bantuan obat-obatan  secara gratis  selama 10 hari bagi warga Kota Kupang yang terkonfirmasi positif. Untuk warga kurang mampu ditambahkan juga dengan bantuan sembako.  (pkp_ans/ech)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *