DPRD Kota Kupang Minta Pemerintah Antisipasi Kebutuhan Ribbon dan Film

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Menjawab dan mengantisipasi kebutuhan ribbon dan film untuk pencetakan KTP, DPRD Kota Kupang meminta Pemerintah Kota Kupang mengantisipasi pengadaan dua material penting ini.

Sebagaimana diberiakan media ini sebelumnya, akibat kehabisan ribbon dan film, pencetakan KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang terhenti.

Bacaan Lainnya

Merespon kondisi itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon,  Jumat (16/7/2021), mengatakan pihaknya di Komisi I DPRD Kota Kupang sudah memperjuangkan agar Dinas Dukcapil bisa lebih diprioritaskan karena seluruh urusan dan manusia lahir sampai meninggal semuanya diurus oleh dinas tersebut.

“Itu cerita lama. Kalau mau jujur sudah diperjuangkan. Mungkin karena ada satu dan lain hal pada saat itu sehingga tidak diakomodir dalam anggaran murni oleh Pemerintah Kota Kupang. Padahal baik di rapat badan anggaran maupun di rapat komisi ada dalam laporan komisi. Kebutuhan yang dibutuhkan oleh Dukcapil otomatis ada, namun dalam perjalanan tidak diakomodir. Ini juga yang perlu disayangkan,” beber Dogon.

Seharusnya, kata Dogon,  Dukcapil diprioritaskan karena dinas ini sangat sentral untuk kebutuhan administrasi masyarakat. “Misalnya urusan dari sejak lahir sampai meninggal. Sehingga memang dinas ini harus diprioritaskan selain Dinas Kesehatan dan lainnya,” kata Dogon.

Sebagai mitra Dinas Dukcapil, kata Dogon,  Komisi I sudah membahas kebutuhan di dinas vital ini.

“Di laporan Komisi I itu dimuat dan ada bukti kalau Dinas Pencatatan Sipil itu kami prioritaskan. Namun jika tidak diakomodir, maka itu sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Kupang,” kata Dogon.

Dogon menegaskan, saat pembahasan LKPJ Badan Anggaran itu dirinya sudah menyampaikan agar memprioritaskan Dinas Dukcapil. “Jadi saat ini kasihan masyarakat yang memerlukan KTP untuk keperluan kuliah, test PNS dan lainnya, akan sangat terganggu,” katanya.

Dogon meminta agar pemerintah  segera mengantisipasi kebutuhan ini.

”Ini sangat urgen dan segera dieksekusi. Apakah dananya diambil dari anggaran mendahului perubahan atau dari mana untuk segera beli keperluan ribbon dan film. Intinya dapat dipertanggungjawabkan saja,” tandasnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *