Cegah Covid Masuk, Pemkab TTU Sekat Pintu Masuk

  • Whatsapp

KEFAMENANU KABARNTT.CO – Dalam rangka  pencegahan penyebaran Covid-19 yang kian meningkat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Pemerintah Kabupaten (Pemkab  TTU bersama TNI/Polri melakukan penyekatan di pintu-pintu masuk ke Kefamenanu.

Sebagaimana disaksikan media ini, penyekatan dilakukan di 4 titik pintu masuk Kefamenanu, yakni pintu masuk dari arah Kupang di Km 9, pintu masuk dari arah Atambua di BGR Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota, Dalehi, dan Peboko, Kelurahan Kefamenanu Utara, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Bacaan Lainnya

Kepada awak media di sela-sela pemeriksaan masker dan identitas di pintu masuk Kota Kefamenanu dari Atambua di BGR,  Kamis (8/7/2021), Bupati TTU,  Drs. David Juandi, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pasalnya angka Covid-19 di TTU semakin meningkat, bahkan hingga kini sudah mencapai 83 kasus.

Dikatakannya, penyekatan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan identitas dan pengetatan protokol kesehatan kepada setiap pelintas yang Ibu Kota Kefamenanu.

“Yang pertama adalah masker, setiap pengendara motor,  oto  tidak pake masker kita kasih pembinaan supaya harus pake masker,”  tegas Juandi.

Lebih lanjut Juandi mengatakan, selain pengetatan prokes, pemeriksaan Identitas juga diutamakan. Pasalnya, pemeriksaan identitas untuk menghindari pelaku perjalanan dari luar daerah.

“Yang kedua harus menunjukkan identitas, jangan sampai dia bilang dari Kefa, tahu-tahunya dia dari Surabaya, Jawa.  Dia mungkin datang bawa penyakit kita tidak tahu, sehingga kalau lewat tidak ada KTP harus dikembalikan,” lanjut Juandi.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar TTU ini juga menjelaskan, mengingat Covid-19 di TTU semakin meningkat maka pemeriksaan har ini dilakukan secara garis besar, namun besok dan seterusnya akan dilakukan secara ketat.

“Karena apa? Akhir-akhir ini virus corona di TTU sedikit menonjol sehingga kalau kita tidak ambil langkah-langkah seperti ini kita khawatir jangan sampai ke depan bisa melonjak lebih banyak lagi,” ucap Juandi.

Juandi menambahkan, kegiatan penyekatan ini akan dilakukan selama 14 hari ke depan secara ketat.

Apabila kasus Covid-19 semakin meningkat, kata Juandi, maka kegiatan ini akan dilanjutkan dan lebih ketat lagi.

“Kita lihat 14 hari ke depan masih seperti ini kita perpanjang lagi,” pungkas Juandi. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *