Cakupan Vaksinasi Rendah, DPRD NTT Minta Perhatian Ekstra

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO-–Capaian vaksinasi yang masih rendah di NTT mendorong DPRD NTT meminta perhatian serius Pemda NTT.  Semua elemen masyarakat diharapkan terlibat aktif dalam percepatan vaksinasi di seluruh NTT.

Harapan ini diungkap Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna, Senin (25/10/2021), kepada media ini. Inche mengatakan, sejauh ini angka  vaksinasi Covid-19 di NTT belum mencapai 30 persen.

Bacaan Lainnya

“Ada disparitas antarkabupaten/kota yang ada di Provinsi NTT. Ada yang tinggi seperti Kota Kupang yang sudah mencapai 81,18 persen di dosis pertama dan 52,29  persen di dosis ke dua. Namun juga ada kabupaten yang masih sangat kecil persentasi vaksinasinya seperti Kabupaten Malaka yang baru 32,1 persen, sehingga ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah,” kata Inche dalam pesan whattshapnya.

Sekretaris DPD I Golkar NTT ini mengatakan, Covid-19 saat ini belum selesai dan perlu menjadi perhatian serius bagi semua unsur di Indonesia, khususnya di NTT.

“Harus diingat bahwa corona virus ini belum selesai di Indonesia. Pandemi ini masih naik turun dan sulit diprediksi, begitu juga dengan variannya. Menurut saya, dibutuhkan upaya extra ordinary dan masif guna merealisasikan capaian herd immunity yaitu dengan 70% dari total penduduk telah menerima dua dosis vaksin,” jelasnya.

Inche mengatakan, pencapaian target vaksin ini butuh kerja sama yang agresif dan paripurna dari semua elemen di daerah ini, termasuk partai politik untuk memobilisasi kekuatan dalam mempercepat capaian target vaksinasi di daerah.

Inche menyebut beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, harus ada upaya akselerasi vaksinasi yang menjadi fokus utama di sejumlah kabupaten yang masih rendah.

“Pemerintah harus  juga terus mendorong peningkatan laju vaksinasi di seluruh kabupaten. Stok vaksin yang menjadi hak Provinsi NTT harus segera dihabiskan untuk vaksinasi dosis pertama. Kemudian distribusi vaksin ke depan difokuskan  kepada kabupaten/kota yang capaian vaksinnya di bawah 20 persen vaksin pertama,” katanya.

Kedua, sebut Inche, sasaran vaksin harus diprioritaskan kepada kelompok lansia dan juga kelompok remaja mengingat sekolah sudah mulai offline terbatas. Untuk itu, cakupan vaksin bagi tenaga pendidik, orang tua siswa, serta siswa yang memenuhi syarat perlu ditingkatkan untuk menghindarkan terjadinya kluster baru di sekolah.

Ketiga, jelas Inche, pemerintah juga terus meningkatkan koordinasi antardaerah untuk mencegah masuknya varian baru virus corona baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.

“Koordinasi antarinstansi teknis sangat diperlukan. Pos-pos perbatasan harus terus dijaga. Masyarakat juga harus taat prokes dan ikuti seluruh aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” tegasnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *