Bupati Malaka Sebut Seroja: “Serangan Roh Jahat”

  • Whatsapp

BETUN KABARNTT.CO—Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H, MH, menyebut badai Seroja sebagai ‘serangan roh jahat’. Angin kencang ini telah menghancurkan banyak rumah dan merenggung banyak nyawa.

Bupati Simon tampil sebagai Inspektur Upacara pada pengibaran bendera merah putih peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI di Betun, Selasa (17/8/2021).

Bacaan Lainnya

Upacara HUT RI dengan Tema “Indonesia tangguh, Indonesia maju” khusus di Malaka dilaksanakan dalam situasi yang serba sulit pasca terkena bencana seroja dan kini dilanda Covid-19.

Bupati Simon mengaku dirinya merasa terharu,   karena Kabupaten Malaka  juga menghadapi tantangan seperti bencana badai seroja. Bupati Simon kemudian memplesetkan seroja menjadi ‘serangan roh jahat’. Akibat badai ini  banyak korban baik jiwa manusia maupun lahan pertanian, ternak dan sebagainya menjadi korban.

“Banyak musibah yang kita hadapi selain corona yaitu badai siklon seroja yang menyebabkan banjir Benenai, saluran irigasi pada rusak dan hasil pertanian masyarakat petani menurun akibat pengairan tidak lancar,’ ujarnya.

Bupati Simon mengatakan, bencana ini adalah rintangan yang dihadapi di Malaka. Namun, pemda  bersama TNI-Polri  berkeliling ke semua kecamatan dengan menghadirkan para kepala desa guna memberikan edukasi kepada masyarakat untuk sadar bahwa saat ini kita sedang menghadapi bencana pandemi Covid-19.

Bupati Simon mengingatkan, warga tidak musti meratap nasib dengan mengalah atau melemah. “Masyarakat  jangan lemah tapi harus bangkit melawan serta menyatakan perang melawan pandemi Covid-19,” tegas  Bupati Simon.

Bupati Simon mengatakan,  perayaan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini mengusung tema besar “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”.

“Makna tema ini mendeskripsikan nilai-nilai ketangguhan, semangat pantang menyerah untuk terus maju bersama dalam menempuh jalan penuh tantangan, agar dapat mencapai masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Tema ini juga, kata Bupati Simon, merupakan cita-cita yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai visi bangsa yang harus diperjuangkan dari waktu ke waktu untuk menempatkan Indonesia terus berada dalam barisan terdepan kemajuan peradaban dunia.

“Tahun ini, kita masih berada dalam masa-masa yang sulit karena pandemi corona virus disease atau Covid-19. Virus ini tidak hanya mengancam kesehatan dan keselamatan manusia, tetapi juga sekaligus memukul sendi-sendi ekonomi dunia, termasuk Indonesia,” ujar Simon.

“Pandemi belum berakhir,  bahkan sampai merenggut nyawa. Untuk itu, marilah kita berdoa kepada saudara-saudari kita yang meninggal akibat pandemi Covid-19,” kata Simon.

“Kita perang lawan pandemi dengan mentaati protokol kesehatan. Dengan cara demikian pandemi lambat laun dengan sendirinya akan terputus mata rantai penyebarannya di Kabupaten Malaka,” pesan Simon.(yos)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *