Alasan PPKM, Pemkot Kupang Tidak Hadir, RDP Terkait PTT Batal

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Rencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP)  Komisi I  DPRD Kota Kupang dengan Pemerintah Kota Kupang terkait pemberhentian pegawai tidak tetap (PTT), Selasa (3/8/2021), batal. Penyebabnya Pemerintah Kota Kupang tidak bisa hadir karena penerapan PPKM Level IV.

Karena tidak jadi digelar, Komisi I DPRD Kota Kupang langsung melakukan koordinasi terbatas dengan beberapa PTT agar tetap tenang dan bersabar menunggu kesediaan pemerintah untuk melakukan RDP kembali. DPRD Kota Kupang juga berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut dan PTT akan tetap bekerja sesuai mekanisme yang ada.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, Yuven Tukung, mengatakan Pemerintah Kota Kupang sudah diundang melalui surat resmi, namun tidak hadir karena alasan penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)  Level IV.

Karena ketidakhadiran pemerintah tersebut, Yuven meminta agar PTT yang diberhentikan tetap tenang dan bersabar, dan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah.

“Teman-teman tetap bersabar dan berikan kami waktu agar Komisi I bisa segera berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Kupang. Kami tetap berkomitmen agar teman-teman bisa bekerja kembali,” kata Yuven, politisi Nasdem.

Sementara anggota Komisi I yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang tidak ada alasan untuk tidak merekrut PTT kembali bekerja secara normal.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah agar menempatkan PTT pada posisi masing-masing,” tegas Dogon.

Sebelum ini, kata Dogon,  Komisi I sudah menggelar rapat secara internal untuk mencari jalan keluar yang terbaik agar PTT yang diberhentikan bisa kembali diangkat  dan bekerja seperti biasa.

Dogon menegaskan,  pada prinsipnya nasib PTT harus dipertimbangkan di tengah keadaan yang cukup sulit saat ini.  Kita tidak boleh melihat mereka menderita begini, sehingga kami tetap meminta pemerintah evaluasi kembali SK pemberhentian tersebut,” kata Dogon. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *