10 Positif di 1 Kos, Lurah Fatululi Diminta Tutup Lokasi

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Pemerintah Kota Kupang diminta menghimbau Lurah Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang agar menutup areal kos-kosan di RT 11 karena ada 10 orang pelaku perjalanan yang merupakan tukang yang akan bekerja di di Lippo Plaza Kupang.

Sepuluh tukang tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 dan tinggal di areal tersebut. Untuk mengantispasi kontak dengan masyarakat lainnya dihimbau agar areal kos-kosan itu ditutup.

Bacaan Lainnya

Perwakilan dari Lippo Plaza Kupang juga memastikan akan membantu menyuplai kebutuhan berupa makanan dan kebutuhan lainnya bagi 10 orang tersebut selama menjalani isolasi mandiri di kos. Pemilik kos sudah memastikan akan memasang pintu gerbang yang membatasi ruang gerak warga dan penghuni kos.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Alfred Djami Wila, Rabu (30/6/2021), memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota kupang yang dengan sigap melakukan koordinasi di tingkat lurah, bahkan RT/RW serta  penanggung jawab dari Lippo Plaza agar segera mengantisipasi serta menutup areal penginapan ke-10 pekerja konstruksi tersebut.

“Itu langkah yang sangat tepat yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. Pemerintah harus tegas dan cepat agar mengantipasi secara dini penyebaran Covid-19 di Kota Kupang, apalagi pelaku perjalanan dari Pulau Jawa dan kita tidak tahu apakah mereka membawa varian baru atau tidak. Jadi ini menjadi perhatian kita bersama dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19,”  kata Alfred.

Wakil rakyat dari Fraksi Golkar itu mengatakan, penutupan harus dibarengi dengan pengawasan dari satgas tingkat kelurahan agar mereka tidak keluar bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Alfred meminta Pemerintah Kota Kupang tidak main-main dengan Covid-19 varian baru yang cukup cepat penyebarannya.  “Harus siap siaga, persiapkan seluruh kebutuhan satgas dalam melakukan antisipasi di lapangan, bandara dan pelabuhan harus secara ketat dilakukan  pengawasan, apalagi saat kapal-kapal berlabuh itu mesti diperketat,” kata Alfred.

“Kita tidak boleh main-main dengan varian baru ini. Kita harus deteksi secara dini agar cepat diantisipasi dengan karantina atau isolasi. Memang pelabuhan dan andara merupakan pintu masuk yang perlu diperketat pengawasannya,” serunya.

Tim satgas di posko-posko pengawasan di bandara maupun di pelabuhan, kata Alfred, harus disiagakan dengan baik dan dilengkapi dengan fasilitas yang cukup memadai agar mereka juga tetap dalam kondisi yang baik selama pelayanan.

“Tim di lapangan juga harus dilengkapi dengan fasilitas yang baik agar mereka juga tetap pada prokes dan kondisi mereka dalam keadaan prima saat di lapangan,” katanya.

Alfred juga meminta  agar RSUD dan rumah sakit yang ditunjuk melayani pasien kasus Covid-19 agar mempersiapkan fasilitas yang memadai di ruang ICU maupun di bangsal, terlebih tempat tidur yang memang dari awal menjadi masalah yang cukup serius, tenaga medis juga harus dijadwalkan dengan baik.

“Kali ini persiapan kita dalam mengantisipasi lonjakan kasus harus lebih baik lagi dari pada di awal pandemi, agar kita dapat menangani secara baik lonjakan serta kasus kematian,” imbuhnya.  (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *