Terbesar di NTT, Polres Ende Tangkap Tangan Pemilik Sabu-Sabu

  • Whatsapp

ENDE KABARNTT.CO— Kepolisian Resort Ende berhasil menangkap satu orang tersangka pemilik narkotika jenis sabu. Tersangka atas nama SON tertangkap tangan saat ingin mengambil paket kiriman di salah satu kantor jasa pengiriman barang di Kota Ende, Minggu (25/10/2020) lalu.

Diperkirakan 10 paket sabu tersebut merupakan yang terbesar di Nusa  Tenggara Timur (NTT).

Bacaan Lainnya

Demikian disampaikan Kapolres Ende, AKBP Albertus Andreana, saat menggelar press release kepada sejumlah media, Rabu (28/10/2020). Albertus didampingi Kasat Narkoba, Iptu Tomy Kapasiang, dan Kasat Reskrim, AKP Lourensius.

Albertus menjelaskan, pengungkapan tindak pidana penyalahgunaan narkoba ini merupakan yang pertama diungkap Kepolisian Resort Ende tahun 2020 ini.

“Ini kasus pertama di tahun 2020. Dan kemungkinan yang paling besar di Nusa Tenggara Timur,” kata Albertus.

Modus operandi dari tersangka SON, jelas  Albertus, adalah  dirinya mendapat kiriman paket sabu dari Tasikmalaya, Jawa Barat yang dikirim melalui salah satu jasa pengiriman barang di Kota Ende.

Barang haram ini disembunyikan di kantong celana jeans bagian kiri.

“Celana itu dibungkus,dan dilipat dan dilakban kemudian dipaket untuk kemudian dikirim,” ujar Albertus.

Albertus menyebutkan sebanyak 10 bungkus plastik atau paket narkotika jenis sabu ditemukan di saku atau kantong kiri celana jeans yang sudah dipaket itu.

Albertus merinci  10 paket narkotika jenis sabu tersebut total beratnya mencapai 0, 9493 gram, yang menurut dia yang terbesar di Nusa Tenggara Timur.

Pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa 10 bungkus atau paket narkotika jenis sabu, satu HP samsung, satu sikat, satu buah sepeda motor, satu buah celana jeans dan satu bungkus paket.

Kepada awak media Albertus menjelaskan, terhadap tersangka akan dikenai pasal 112 ayat 1 UU Narkotika dengan ancaman pidananya minimal 4 tahun penjara dan maksimal 8 tahun penjara. Sementara untuk denda minimal 800 juta rupiah dan maksimal 8 miliar rupiah.

Lanjut Albertus, barang bukti 10 paket Sabu telah dikirim ke Laboratorium Balai POM di Kupang dan hasilnya semuanya positif narkotika jenis sabu.

“Sebelumnya kami sudah melakukan pemeriksaan menggunakan alat tes saliva dan positif. Namun kami tetap kirim ke laboratorium POM di Kupang untuk memastikan,” ujar dia.

Kasat Narkoba Polres Ende, Iptu Tomy Kapasiang, juga memberi penjelasan, mendapatkan laporan bahwa ada pengiriman paket sabu dari Tasikmalaya melalui salah satu jasa pengiriman yang ada di kota Ende pihaknya lalu melakukan pengintaian.

“Ketika kita melihat tersangka mengambil  paket ,dan sewaktu keluar dari kantor jasa pengiriman barang lalu kita sergap, kita arahkan kembali ke kantor tersebut. Saat buka paket diketahui ada sabu di kantung celana,” ujarnya. (ase)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *