Kunjungi Kota Kupang Gubernur NTT Bicara Penanganan Sampah

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO—Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), banyak berbicara tentang penanganan sampah di Kota Kupang. Semua elemen mesti berkolaborasi membereskan masalah sampah di Kota Kupang.

Di hadapan Walikota Kupang,  Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man, pimpinan DPRD Kota Kupang, jajaran Forkopimda, Sekda Kota Kupang serta jajaran pimpinan daerah yang hadir termasuk camat dan lurah, Gubernur VBL menyampaikan beberapa fokus perhatian terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

“Bicara kota yang bagus itu malam terang, siang bersih, parkir jelas dan bebas sampah,” ujar Gubernur VBL.

Gubernur VBL mengatakan, Kota Kupang sebagai Ibukota Provinsi NTT juga perlu melakukan servis pelayanan publik karena semua fasilitas penting ada di sini, baik pelabuhan, bandara, gedung-gedung perkantoran, semua hal yang memerlukan pelayanan publik yang ramah. Karenanya perlu didorong secara serius.

Terkait dengan masalah penanganan sampah di Kota Kupang, Gubernur VBL  mengatakan harus ada kolaborasi dengan pemerintah provinsi dalam merumuskan tanggung jawab masing-masing untuk selanjutnya diajukan ke pemerintah pusat.

Selain itu Gubernur VBL menegaskan harus ada gerakan sosialisasi pada semua lini.

“Khusus sampah tidak bisa dilakukan dengan pungut saja. Pada semua jajaran ini harus ada  gerakan sosialisasi sampai tingkat bawah, termasuk menyiapkan alat angkutnya,” tegas Gubernur VBL.

Menurutnya, sosialisasi dan gerakan buang sampah harus dilatih sejak dini dari tingkat sekolah dasar sampai SMA, kampus-kampus, kantor-kantor pemerintah maupun swasta dipimpin oleh walikota dan melibatkan jajaran Forkopimda.

“Forkopimda juga turun ke sekolah, gerakan harus jalan bersama. Satu kesatuan gerak, kepala daerah dan Forkopimda. Ini yang perlu didesain secara baik. Walikota memimpin gerakan dan bila perlu melibatkan saya untuk turun ke sekolah-sekolah, saya sangat bersedia,” kata Gubernur VBL.

Gubernur juga menyerukan agar melakukan managemen sampah pada toko-toko, hotel dan restoran.

Kadis kebersihan dapat meminta bantuan pada mereka untuk dapat mengangkut sampahnya sendiri sampai pada tempat pembuangan akhir (TPA), sehingga pemerintah dapat fokus pada penanganan sampah rumah tangga. Jika dimanage dengan baik dia optimistis dalam 6 bulan Kota Kupang pasti bisa bersih.

Gubernur VBL juga mengingatkan, perlu dilakukan manajemen sampah dengan baik termasuk kebutuhan penanganan sampah di antaranya jumlah armada  dan bak sampah yang diperlukan sampai pada penanganan sampah rumah tangga di tingkat RT/RW.  (pkp_ans/ghe/den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *