Hery Nabit: “Rakyat Manggarai Ingin Ganti Bupati”

  • Whatsapp

RUTENG KABARNTT.CO—Hery Nabit, Calon Bupati Manggarai, menangkap aspirasi dan harapan dari berbagai tempat yang sudah dia kunjungi agar Bupati Manggarai lima tahun ke depan wajah baru.

Hery menyampaikan harapan dan aspirasi rakyat Manggarai itu ketika tampil dalam pertemuan terbatas di Gendang Woang, Kota Ruteng, Jumat (9/10/2020) malam.

Bacaan Lainnya

Meski cuaca hujan, animo warga tidak surut. Protokol Covid-19 tetap dipatuhi warga dengan tetap duduk dalam jarak aman, mengenakan masker dengan simbol H2N (Hery Nabit-Hery Ngabut), jumlah warga dalam tenda dibatasi tidak lebih dari 50 orang.  Sementara puluhan warga yang lain berdiri di luar tenda dalam jarak aman.

Ikut mendampingi Hery Nabit, sejumlah ketua dan pengurus partai pengusung di Manggarai, antara lain Ketua DPC Partai Hanura Manggarai, Ketua DPC PDIP Manggarai, Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Manggarai, Ketua DPD II Partai Golkar Manggarai.

Yang istimewa adalah kehadiran sejumlah pengurus DPD I Partai Golkar NTT, di antaranya Frans Sarong (Ketua Badan Pemenangan Pemilu/Bapilu) Partai Golkar NTT, Maxi Hamsi (Wakil Ketua Pemenangan Partai Golkar Daerah Pemilihan Manggarai Raya/anggota DPRD NTT),  Tony Kleden (Divisi Media Bapilu Golkar NTT) dan Beny Taopan (Divisi Hukum Bapilu Golkar NTT).

Hery Nabit ketika didaulat untuk menyampaikan isi hatinya dengan tenang membuka mata dan pikiran masyarakat akan serba kesulitan yang dihadapi masyarakat Manggarai saat ini.

Menurut Hery, pilkada sekarang sangat berbeda dengan pilkada sebelumnya. Hery kemudian mengungkapkan perbedaan itu.

Pertama, orang yang sudah kalah biasanya tidak mau maju lagi. Kedua, orang yang sudah kalah itu mau tetapi tidak ada yang mau dukung lagi.

“Tetapi sekarang ini berbeda. Saya masih mau dan warga juga masih mau. Kenapa masih mau? Karena semua kecewa. Kecewa karena tidak ada perubahan,” jelas Hery disambut tepuk tangan.

Rakyat Manggarai, kata Hery, kecewa karena tidak ada perubahan yang terjadi. “Kita ini rugi empat tahun karena  tidak ada pembangunan yang terlihat. Pada pemerintahan baru nanti, kami tidak muluk-muluk. Kami ingin kembalikan jalan yang rusak di mana-mana seperti pada masa Pak Chris Rotok pimpin Manggarai. Mengapa begitu? Supaya rakyat jangan lama di jalan karena jalan rusak. Rakyat harus lama di kebun,” ungkap Hery.

Harapan lain dari warga,  ungkap Hery, adalah orang lain, orang baru yang pimpin Manggarai. “Orang mau baju baru. Ganti baru. Itulah perubahan. Bagi paket H2N, perubahan itu artinya ganti bupati. Itu yang dimaksudkan orang Manggarai perubahan. perubahan artinya ganti bupati,”  jelas Hery.

Kepada warga Manggarai, Hery mengatakan, seorang bupati itu sangat menentukan nasib rakyat. “Bupati menentukan apakah jalan baik atau tidak, bupati menentukan apakah ibu melahirkan selamat selamat atau tidak, bupati menentukan apakah  listrik nyala atau tidak,” beber Hery.

Tetapi, kata Hery mengingatkan, ganti bupati itu bukan sekadar ganti dengan orang baru. “Kenapa harus ganti?  Ganti karena  kalau 15 tahun itu sudah capek. Orang yang sudah 15 tahun  itu sudah capek untuk pikir. Tidak cepat berpikir lagi, tidak cepat lari lagi. Seperti main bola. Kalau di menit 80 itu pemain sudah capek, lelah. Tetapi tidak ada pemain yang mengaku capek, pemain mengaku masih bisa. Padahal yang melihat dia capek itu penonton. Penonton itu rakyat,” urai Hery.

Hery juga menegaskan perlu ganti bupati karena alasan relasi atau jaringan. “Kalau H2N didukung 10 partai dengan jumlah kursi di DPRD 22 itu artinya jaringan di pusat itu banyak dan luas. Jangan omong program di sini kalau tidak punya jaringan partai di pusat,” tegas Hery.

Sementara Ketua Bapilu Partai Golkar NTT, Frans Sarong, kepada semua pendukung, simpatisan dan warga yang hadir menegaskan Partai Golkar memutuskan mendukung Paket H2N (Hery Nabit-Hery Ngabut) karena dua alasan.

Alasan pertama, sebut Frans, berdasarkan hasil survai Hery Nabit-Hery Ngabut dipilih masyarakat untuk memimpin Manggarai lima tahun ke depan.

Alasan kedua, sebagai partai tua dan sudah sangat berpengalaman Partai Golkar ingin agar unsur atau wakil Golkar ada dalam pencalonan kepala daerah.

“Karena itu Hery Ngabut ber-KTA (kartu tanda anggota) Partai Golkar. Kalau H2N pimpin Manggarai lima tahun ke depan, maka keluhan masyarakat akan buruknya infrastruktur jalan tidak terdengar lagi,” tegas Frans disambut aplaus semua yang hadir.

Dengan dua alasan itu, Frans mengharapkan dan meminta masyarakat Manggarai tidak ragu pilih H2N pada tanggal 9 Desember 2020 nanti.  (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *