Dan, NTT Resmi Punya Cokelat Pertama

  • Whatsapp

KUPANG KABARNTT.CO— Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, Jumat (30/10/2020), meresmikan produk cokelat pertama di NTT.

Cokelat produksi Ghaura Chocolate Factory dengan tujuh macam rasa ini berasal dari biji cokelat asli Pulau Sumba yang meraih predikat The Excellence International Awards 2015 di Paris. Ghaura Chocolate Factory diproduksi oleh  PT Timor Mitra Niaga.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan apresiasi kepada Hengky Lianto dan keluarganya yang telah menyumbangkan pikiran-pikiran, tenaga serta uang untuk membangun sebuah peradaban baru di NTT.

“Kita tahu bahwa NTT yang kering ini merupakan hambatan bagi sebagian orang. Tetapi banyak orang lupa bahwa di mana tanah yang kering di situ akan menghasilkan hasil yang berbeda dengan cita rasa dan taste yang berbeda di dunia,” kata Gubernur Viktor usai meresmikan Chocolate Ghaura.

Menurut Viktor, peresmian produk baru NTT itu  merupakan permulaan untuk memperkenalkan seluruh sumber daya yang ada di NTT.

“Hari ini kita menikmati cokelat yang adalah hasil dari tanah Nusa Tenggara Timur itu sendiri,” kata Viktor bangga.

Viktor menuturkan, selama ini kita hanya bisa menikmati cokelat buatan Eropa yang bahan baku (biji  cokelat) dari Indonesia. “Semua kita menikmati cokelat yang diminati banyak orang,” kata Viktor.

Dari pengalaman itu, kata Viktor, dirinya kemudian meminta pengusaha muda, Boby Liyanto, untuk memproduksi cokelat sendiri. Hal ini sebagai pembuktian bahwa NTT memiliki segalanya.

Viktor kemudian mendorong semua pengusaha untuk memberikan kontribusi menghasilkan produk lokal NTT.

Kepada Hengky Liyanto, Viktor meminta untuk membuka perkebunan cokelat di seluruh wilayah NTT guna memenuhi kebutuhan pembangunan pabrik cokelat di Nusa Tenggara Timur.

Viktor bangga pihak swasta ikut berperan serta dalam pembangunan di NTT. Baginya semua visi dan mimpi besar tersebut harus dibangun dengan menempatkan triple helix, yakni pemerintah, masyarakat dan para pengusaha. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar