Covid-19 Meningkat, Pemkab Ende Keluarkan Perbup Perketat Pengawasan

  • Whatsapp

ENDE KABARNTT.CO—Meningkatnya kasus positif  Covid-19 di Kabupaten Ende mendorong Pemerintah Kabupaten Ende segera melakukan pengawasan terhadap protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu, Pemkab juga akan melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid 19.

Bacaan Lainnya

Melalui pesan WhatsApp, Sabtu (12/9/2020), Bupati Ende, Djafar Achmad, menegaskan akan segera menerapkan peraturan bupati dalam rangka penerapan sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan terutama penggunaan masker.

“Kita akan lakukan penerapan sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan, terutama tidak menggunakan masker. Peraturan bupati sudah ada, tinggal kita sosialisasi dan jabarkan di lapangan,” kata Djafar.

Kebijakan ini, kata Djafar, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Sanksinya cukup jelas bagi yang melanggar. Karena itu, Djafar mengharapkan agar warga mengikuti aturan, memakai masker, menjaga jarak dan  mencuci tangan.

“Yang langgar akan ada sanksi sosial seperti membersihkan toilet umum dan santai lainnya,” tegas Djafar.

Djafar juga menegaskan kembali agar toko, perkantoran juga harus menyiapkan wadah untuk mencuci tangan.

Terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid-19, kata Djafar, akan ditangani sesuai dengan prosedur yakni melakukan karantina bagi mereka baik mandiri maupun terpusat sesuai permintaan keluarga.

“Kita juga akan melakukan tracing terhadap orang-orang yang selama ini kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Upaya ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Djafar.

Informasi yang diterima dari Gugus Tugas, Minggu (13/9/2020), telah dilakukan tracing terhadap paramedis yang bekerja di Puskesmas Nangapanda. Hal ini dilakukan karena salah seorang rekannya terkonfirmasi positif Covid-19 Karena itu juga dilakukan pengambilan swab dari mereka.

Sementara itu data yang diterima per Minggu (13/9/2020), total yang menjalani rapid tes dari 13 Maret hingga 13 September 2020 sebanyak 1.797 orang. Di mana yang reaktif 67 dan non reaktif 1.730.

Untuk pemeriksaan swab sebanyak 274 dan yang terkonfirmasi positif 38 dan yang negatif 153, sementara yang menunggu hasil 83.

Yang menjalankan karantina total tercatat 182 orang dan selesai karantina 162 orang, yang sedang dikarantina sebanyak 20 orang dengan rincian 18 karantina mandiri dan 2 orang di ruang isolasi RSUD Ende.

Terkait dengan kontak erat jumlah keseluruhan sebanyak 476, dan yang selesai dipantau 363 dan masih dalam pemantauan 113 orang. Sementara yang probable satu orang dan telah meninggal dunia.

Hingga Minggu  (13/9/2020) jumlah terkonfirmasi positif Covid 19 sebanyak 38 orang dengan rincian yang sembuh 18 sementara yang masih dalam perawatan 20 orang. (ase)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *