Bertambah 38 Kasus Covid-19, Sumba Tengah Waspada

  • Whatsapp

WAIBAKUL KABARNTT.CO—Sebanyak 38 warga dari 10 desa/kelurahan di Kabupaten Sumba Tengah terkonfirmasi  positif Covid-19 setelah 52 sampel swab diperiksa secara PCR di RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang.

Ke-38 warga tersebut langsung dijemput untuk dilakukan penanganan di Puskesmas Umbu Riri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah.

Bacaan Lainnya

Juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Tengah, Adri Sabaora, menjelaskan, sampel swab yang dikirim sejumlah 258 sampel ke RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang pada tanggal 6 Desember 2020.

Dan berdasarkan data Pusdalops Provinsi NTT per Jumat (18/12/2020) jam 16.00 Wita, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 52 dari 258 sampel itu.  Hasilnya terdapat 38 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara 206 sampel lain masih menunggu hasil pemeriksaan.

“Dari 258 sampel yang dikirim tanggal 6 Desember 2020, yang diperiksa baru 52 sampel, dan terkonfirnasi 38 kasus positif Covid-19, hampir menyebar di 10 Desa di Sumba Tengah, dan ada 2 dari Sumba Barat yang masuk dalam hitungan Sumba Tengah. Dengan demikian masih ada 206 sampel yang masih dalam pemeriksaan,” jelas Sabaora.

Sabaora  merincikan kasus yang menyebar di 10 desa sebagai berikut, Desa Anajiaka : 3 kasus, Desa Anakalang : 6 kasus, Desa Kabelawuntu : 3 kasus, Desa Makatakeri : 2 kasus, Desa Malinjak : 3 kasus, Desa Manuwolu : 1 kasus, Desa Matawoga : 7 kasus, Desa Umbu Mamijuk : 2 kasus, Desa Wairasa : 7 kasus, Desa Weeluri : 2 kasus, Waikabubak : 2 kasus.

Sabaora   menjelaskan, seluruh warga yang terkonfirmasi positif sejak pengambilan sampel swab melakukan karantina terpusat dan karantina mandiri secara ketat.

“Dan hari ini seluruh yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid dijemput untuk dilakukan karantina terpusat di Puskesmas Umbu Riri,” kata Sabaora.

Total kasus Covid-19 di Kabupaten Sumba Tengah mencapai 54 kasus dengan rincian 45 kasus dirawat di Puskesmas Umbu Riri dan 9 lainnya sudah sembuh dan dipulangkan.

“Karena proteksi diri sendiri dengan menerapkan 4M adalah salah satu langkah konkrit memutuskan rantai penyebaran Covid-19,” kata Sabaora.

Untuk diketahui bahwa pelayanan di Puskesmas Malinjak ditutup total setelah 2 tenaga medis terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk mengantisipasi penularan yang lebih luas, maka dilakukan penutupan pelayanan secara total, sehingga benar-benar dinyatakan aman dan bersih, baru dilakukan pembukaan pelayanan. Dengan penutupan tersebut maka seluruh pasien dialihkan ke Puskesmas Wairasa. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *