109 Sampel Swab Hasil Pelacakan Pelaku Perjalanan Reaktif Dikirim ke Kupang

  • Whatsapp

WAINGAPU KABARNTT.CO–Setelah 41 tenaga medis dikarantina dan dilakukan pengambilan swab,  Tim Gugus Covid-19 Sumba Timur terus melacakan siapa-siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien 013 positif di Sumba Timur.

Keluarga, karyawan dan juga para pengunjung toko milik pasien tersebut telah diambil sampel swabnya. Hasil pelacakan yang sudah diambil sampel swab mencapai 101 orang.

Bacaan Lainnya

Selain pelacakan ada 8 orang pelaku perjalanan yang reaktif pada rapid test yang sampel swabnya diambel. Dengan demikian jumlah sampel swab yang dikirim ke Kupang, Kamis (3/8/2020),  mencapai 109 sampel swab.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Jonker Telnoni, ketika dihubungi lewat telepon seluler, Kamis (3/9/2020), mengatakan, pihaknya sudah dan terus melakukan pelacakan siapa-siapa yang melakukan kontak langsung dengan pasien Covid-19 di Waingapu.

Sampai sekarang, kata Telnoni, hasil pelacakan yang sudah dilakukan pengambilan sampel swab mencapai  101 sampel ditambah dengan 8 sampel pelaku perjalan yang reaktif pada rapid test.

“Kami sudah melacak keluarga, karyawan, pengunjung tokoh dan juga penumpang yang satu pesawat dengan pasien. Kami juga sudah melakukan pengambilan sampel swab dan hari ini kami sudah kirim ke Kupang untuk diperiksa,” jelas Telnoni.

Terhadap keluarga dan karyawan yang sudah terlacak, kata Telnoni, dihimbau untuk melakukan karantina mandiri dengan pemantauan secara ketat dari tim medis sampai hasil pemeriksaan swab keluar.

“Kami hanya karantina tenaga medis. Untuk keluarga, karyawan dan pengunjung kami himbau untuk karantina mandiri secara intensif. Kami juga memantau mereka secara ketat agar tidak menyebarkan lagi,” tegasnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat yang pernah melakukan kontak dengan pasien  agar segera malakukan pemeriksaan di posko-posko kesehatan atau secara langsung melaporkan diri agar segera di angani oleh tim medis.

“Jangan malu atau takut untuk melapor jika pernah kontak dengan pasien karena itu sangat berakibat lebih buruk. Mari kita sama-sama menaati seluruh protokol kesehatan agar kita memastikan diri sehat dari Covid-19 atau penyakit lainnya,” serunya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *