Bangkai Paus ‘Wuring’ Dikuburkan di Galian C Wailiti

MAUMERE KABARNTT.CO—Bangkai ikan paus yang mati terdampar di Pantai Wuring Leko, Kecamatan Alok barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, akhirnya dikuburkan di lokasi galian C dekat pemukiman warga di Waliti,  Sabtu (3/10/2020) siang.

Bangkai paus tersebut dievakuasi oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA ) Kabupaten Sikka ke lokasi galian C dekat pemukiman warga Urun Pigang, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat untuk dikuburkan.

Bacaan Lainnya
tonykleden

Proses penguburan dilakukan menggunakan satu unit alat berat dan disaksikan puluhan warga   setempat.

Dari pantauan media, tampak petugas dari  BKSDA  dan petugas Kesehatan Hewan Kabupaten Sikka memeriksa bangkai paus tersebut sebelum dikuburkan.

Sementara itu, Ketua RT 028 RW 003 Urun Pigang, Theresia Eban, mengatakan dirinya dan warga setempat tidak mengetahui akan dilakukan penguburan bangkai paus tersebut.

“Saya tidak tahu soal ikan paus yang akan dikuburkan di sini, tidak ada informasi. Saya kaget paus tersebut mau dikuburkan di sini,”  kata Eban.

Sementara itu, Kepala Seksi BKSDA Sikka, Piter Iduk, membenarkan bahwa bangkai paus tersebut sudah dikuburkan di lokasi tanah milik warga, namun dirinya enggan memberikan komentar kepada wartawan.

Piter  meminta wartawan menghubungi langsung Kepala BKSDA Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang. (ars)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Anjing rabies, monyet rabies, babi yg terkena virus, ayam yg terkena flu dll itu tidak pake APD. Harusnya hewan-hewan tersebut juga di perlakukan seperti ikan tersebut.

    Selama ini penguburan hewan-hewan seperti itu dilakukan biasa-biasa saja di kab. Sikka, tapi setelah adanya virus korona dengan dananya APD yang diluncurkan maka ikanpun dikuburkan seperti itu.