Program Pacul Tanah Gratis, Cara Pemkab Malaka Bantu Petani

  • Whatsapp

BETUN KABARNTT.CO—Untuk urusan keberpihakan kepada petani dan masyarakat kecil, Pemerintah Kabupaten Malaka memang jagonya.

Bagaimana tidak. Di bawah kepemimpinan Bupati Stef Bria Seran, MPH, dan Wakil Bupati,  Drs. Daniel Asa (almarhum), Revolusi Pertanian Malaka (RPM) menjadi program primadona membantu para petani.  Turunan dari RMP ini antara lain Program Pacul Tanah Gratis.

Bacaan Lainnya

Tak heran jika banyak lahan tdirur masyarakat sekarang dibongkar dan dipacul traktor-traktor milik pemerintah. Yang luar biasa adalah semua itu gratis. Petani tidak perlu membayar.

Para petani Lakulo, Makaka menanam padi serentak di areal persawahan yang telah disiapkan

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, kepada media sering membeberkan pentingnya RPM bagi petani di Kabupaten Malaka.

Kepada awak media, Jumat (11/9/2020) pekan lalu, Bupati Stef yang kondang dengan panggilan SBS itu mengatakan, dalam satu bulan terakhir sudah 512 hektar lahan para petani yang dipacul menggunakan traktor pemerintah.

Diharapkan program ini terus dipacu agar semakin banyak rakyat mendapat manfaat dari pelaksanaan program itu untuk percepatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di Kabupaten Malaka.

Bupati SBS mengatakan, program pacul tanah rakyat itu dimaksudkan agar rakyat berkelimpahan makanan setiap tahun dan tidak boleh kelaparan di tanah yang subur.

Program pacul tanah gratis bagi rakyat itu, jelas SBS,  merupakan program yang diperuntukkan bagi rakyat yang menyebar di 12 kecamatan di Kabupaten Malaka.

Ini sangat membantu para petani yang tidak mampu mengolah lahan akibat aneka keterbatasan.

“Pemerintah juga menyiapkan bibit unggul,  pupuk dan obat-obatan untuk dibagikan ke rakyat sesuai alokasi anggaran yang ditetapkan,” ungkap SBS.

Bupati SBS berharap para petani yang tanahnya sudah dipacul bisa  menanam pada musim penghujan dan merawat tanaman yang ada agar bisa memberikan hasil yang optimal karena hasil panenannya seratus persen untuk petani dan pemerintah tidak minta apapun dari petani.

Plt. Kadis TPHP Kabupaten Malaka, Nikolaus Seran, secara terpisah kepada wartawan mengatakan pihaknya tetap melakukan pemantauan di lapangan. Hingga tanggal 10 September, kata Seran, sudah 512 hektar lahan warga yang digarap menggunakan traktor pemerintah.

“Sasaran pacul lahan terutama pada lahan tidur milik rakyat yang selama ini belum pernah dipacul. Sementara ini lahan masyarakat masih dalam persiapan panen jagung, kacang ijo dan ubi kayu. Perkiraan habis panen Oktober dan setelah itu baru dipacu pemaculan di kebun rakyat yang sudah selesai panen,” tambah Seran.

Merespon RPM, para petani secara umum memberi apresiasi yang tinggi kepada Bupati Malaka. Para petani meminta agar program pro rakyat ini tetap dipertahankan.

Rata-rata petani yang lahannya dipacul traktor pemerintah sudah merasakan manfaatnya.

Selain pisang, Malaka juga kaya kacang hijau. Seorang petani Malaka di kebun kacang hijau miliknya

Elfiana Seran, salah satu petani di Desa Naas, Kecamatan Malaka Barat,  misalnya, memberi kesaksian akan pentingnya bantuan pacul lahan gratis. Hasil kebunnya, kata Elfiana,  tidak saja bisa mencukupi kebutuhan makan minum, tetapi bahkan juga untuk dijual.

Menurut Elfiana, mengolah sawah bukan hanya sekadar untuk kepentingan dapur, tetapi lebih dari itu untuk kebutuhan lain-lainnya. Apalagi dirinya  seorang singel parents yang harus bekerja keras membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya.

“Saya ini tidak saja sebagai ibu tapi bapak juga dalam mengurus kehidupan rumah tangga. Saya butuh banyak biaya untuk memberi nafkah keempat anak saya. Kalau  tidak kerja, bagaimana bisa  untuk membiayai kebutuhan putra putri saya?” ujar Elfiana.

Menurut Elfiana, setiap program dan kebijakan pemerintah di tingkat atas harus didukung.  Mereka mendukung program unggulan Pemkab Malaka, yakni RPM  sebagai program pro rakyat yang memberi dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

“Kami sangat mendukung Program Revolusi Pertanian Malaka yang sudah dicanangkan oleh Bupati Malaka. Program ini sangat bagus dan cocok dengan kondisi masyarakat Malaka yang mayoritasnya petani,” katanya.

Bupati SBS dalam banyak kesempatan selalu menekankan kesejahteraan rakyat dari semua program pemerintah. RMP, kata Bupati SBS, ditelurkan untuk membantu para petani Malaka agar mereka tidak mati di tanah Malaka yang terkenal subur.  (adv/abr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *