Posyandu Lansia, Cara Pemkab Malaka Perhatikan Lansia

  • Whatsapp

BETUN KABARNTT.CO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka sangat peduli memperhatikan para orang lanjut usia (lansia). Salah satu wujud perhatiannya adalah program  kegiatan orientasi pelayanan kesehatan santunan lansia dan pengkajian paripurna pasien gereatri (P3G).

Para pengelola puskesmas diharapkan saat bertugas di lapangan tidak hanya menimbang dan mengukur tekanan darah saja, tetapi juga mengkreasi kegiatan ikutan agar para lansia tetap sehat dan produktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik, menyampaikan hal ini pada kegiatan Orientasi Pelayanan Kesehatan Santunan Lansia dan  P3G di Hotel Cinta Damai, Betun, Jumat (10/7/2020).

Paskalia  mengatakan, pemerintah  harus memberi perhatian kepada para lansia. Kegiatan yang selama ini sudah ada seperti posyandu lansia agar lebih fokus, tidak hanya timbang dan tensi saja tapi ada kegiatan ikutan agar para lansia tetap sehat dan produktif.

Paskalia mengatakan, program lansia di setiap puskesmas agar lebih baik lagi. Setiap waktu  akan dilakukan evaluasi karena masuk dalam standar pelayanan minimal (SPM)  kegiatan lansia.

“Kita lebih tingkatkan perhatian pada mereka (lansia). Harapan bersama para lansia  panjang umur sehingga harus di urus dengan baik agar tetap produktif. Para  lansia juga bisa menolong dirinya sendiri,” ujarnya.

Sementara  Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Malaka,  Ferry Fahik, menambahkan kegiatan ini sangat bermanfaat. Pasalnya,  perhatian  dari setiap orang yang lanjut usia semakin banyak.

“Untuk Malaka kita sudah bentuk posyandu lansia.  Setiap tahun selalu chek up supaya tahu perkembangan kondisinya.  Jadi intinya kegiatan ini sangat bermanfaat karena lansia di Kabupaten Malaka selama ini luput dari perhatian kita,” jelas Ferry.

Menurut Ferry, dengan adanya kegiatan ini diharapkan 20 pengelola puskesmas memberikan pelayanan di posyandu lansia. Bukan hanya sekadar cek kesehatan saja, namun  bisa mengajak lansia berolah raga bersama,  bercerita, dan kegiatan positif lainnya. Setiap minggu diharapkan para lansia  perlu  berolah raga ringan guna menghindari stroke.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi NTT,  Emilia Hamid.  Hamid mengatakan, sangat penting pelayanan kepada lansia karena di kesehatan ada yang disebut  standar pelayanan minimal (SPM).

Hamid menegaskan, para lansia harus diperhatikan agar tetap sehat dan produktif. Mereka juga perlu diberdayakan sehingga pemerintah daerah harus menyiapkan fasilitas pendukung yang baik sehingga lansia kalau ada yang mengalami sakit bisa diobati dan dirawat. (advertorial/abr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *