Pemkab Malaka Segera Bereskan Infrastruktur Yang Rusak Akibat Banjir

  • Whatsapp

BETUN KABARNTT.CO—Infrastruktur publik di 11 di Kabupaten Malaka yang rusak akibat banjir beberapa bulan lalu akan segera dibereskan Pemerintah Kabupaten Malaka melalui dinas teknis.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka, Gabriel Seran, kepada para wartawan di Betun, Rabu (1/7/2020), menyebut 11 desa yang terdampak banjir itu.

Desa-desa itu tersebar di empat kecamatan, dengan perincian lima desa di Kecamatan Malaka  Barat yakni Desa Rabasa, Oanmane, Sikun, Motaain, Motaulun; dua desa di Kecamatan Wewiku yakni Desa Halibasar dan Weseben; tiga desa di Kecamatan Weliman yakni Desa Wederok, Forekmodok dan Lamudur; dan satu desa di Malaka Tengah, yakni Desa Naimana.

Saat ini, kata Seran, BPBD dan dinas teknis terkait sudah menghimpun data dan sudah melaporkan data kerusakan itu ke Bupati Malaka.  ”Kita sudah lakukan pendataan rumah penduduk yang rusak karena digenangi air dan banjir,”  kata Seran.

Menurut Seran, Bupati Malaka sudah mendapat laporan dan juga sudah meminta dinas teknis untuk segera membereskan kerusakan itu. “Disposisinya sudah turun ke Badan Keuangan Daerah untuk menyiapkan keuangannya,” kata Seran.

Seran mengatakan, di beberapa desa pemerintah akan membangun membangun infrastruktur seperti deker, gorong-gorong dan saluran air.

“Di Desa Lamudur dan Forekmodok ada penggalian saluran air lantaran air tidak bisa mengalir sehingga menggenangi pemukiman penduduk,” tutur Seran.

Seran menjelaskan, penanganan akibat banjir Kali Motadelek-Rabasa, genangan air hujan di Desa Oan Mane dan Sikun sudah ada telaahan kepada Bupati Malaka. Bupati Malaka juga sudah mendisposisikan  dan akan dibuatkan tanggul, gorong-gorong dan saluran air.

Sementara di Desa Motaulun, kata Seran, pemerintah  akan membangun deker dan gorong-gorong di samping kantor desa, termasuk di Dusun Lookmi.

Prinsipnya, kata Seran, Pemkab Malaka siap merehabilitasi kembali semua kerusakan infrastruktur akibat banjir dan genangan air hujan beberapa bulan lalu.

Sedangkan kerusakan lahan warga, kata Seran, Dinas Pertanian dan Dinas Sosial sedang membereskan data kerusakannya. “Nanti mereka akan kaji apakah banjir dan genangan air hujan itu berdampak pada rawan pangan? Bila menyebabkan rawan pangan, maka kita akan mengambil beras cadangan dari Dolog untuk membantu masyarakat,”  kata Seran. (advertorial/abr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *