5 Pilar Lawan Stunting di Sumba Barat Daya

TAMBOLAKA KABARNTT.COAngka stunting di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) masih terbilang tinggi. Mengatasinya, Pemerintah Kabupaten SBD mendesain lima pilar percepatan penurunan stunting di SBD.

Lima pilar itu yakni : 1. Komitmen dan visi pimpinan., 2. Sosialisasi dan komunikasi perubahan perilaku., 3. Konvergensi, koordinasi dan konsultasi program pusat, daerah dan desa, 4. Ketahanan pangan dan gizi, dan 5. Pemantauan dan evaluasi.

Bacaan Lainnya
tonykleden

Demikian disampaikan Bupati  SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, dalam sambutannya saat membuka kegiatan Rembuk Stunting di Aula SMK Pancasila, Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, SBD, Jumat (29/7/2022) lalu.

Bupati Kodi Mete menguraikan 5 pilar percepatan penurunan stunting yang berkaitan dengan komitmen dan visi pimpinan bahwa pengukuran di bulan Agustus memastikan semua balita stunting, gizi kurang dan gizi buruk harus hadir semua dan juga dipastikan ada intervensi.

“Saat melakukan intervensi, pasti ada yang ingin dan bergerak hatinya untuk membantu mengatasi penurunan angka stunting di Kabupaten SBD. Mungkin lewat perorangan, lembaga atau instansi, organisasi maupun kelompok-kelompok tertentu bisa menyumbangkan telur dan jenis makanan tambahan lainnya yang dapat mengatasi masalah stunting, gizi kurang dan gizi buruk,” jelas Bupati Kodi Mete.

Ke-5 pilar tersebut, kata mantan Kadis Kesehatan NTT ini, apabila dijalankan tahap demi tahap, maka persentase penurunan angka stunting secara nasional di Kabupaten SBD yang diminta oleh Presiden RI bisa dicapai. Dan juga bisa dicapai persentase 10% penurunan angka stunting sesuai yang diminta oleh Gubernur NTT.

“Persentase penurunan angka stunting secara nasional maupun provinsi bisa kita capai dengan cara kita membangun kerja sama, kerja cerdas, dan kerja tulus. Karena masalah kesehatan merupakan salah satu program yang tertuang dalam program 7 jembatan emas yang merupakan visi misi bupati dan wakil bupati,” tuturnya

Hadir mendampingi Bupati SBD saat membuka kegiatan Rembuk Stunting yakni Wakil Bupati SBD, Marten Christian Taka, S.IP., Ketua DPRD SBD, Rudolf R. Holo, perwakilan dari Kejari Waikabubak, perwakilan dari Ketua Pengadilan Negeri Waikabubak, Perwakilan dari Kapolres SBD, para pimpinan OPD lingkup Kabupaten SBD, camat se-Kabupaten SBD, para kepala desa se-Kabupaten SBD dan seluruh kepala puskesmas. (ota)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.