Pemkab Kupang Sangat Maksimal Bantu  Korban Seroja

OELAMASI KABARNTT.CO— Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana  Daerah)  Kabupaten Kupang, Semy Tinenti, menyatakan Pemerintah Kabupaten Kupang telah melakukan  berbagai upaya  untuk  membantu para korban terdampak badai seroja.

Dalam penjelasan yang  di ruang kerjanya, Selasa  (2/4/2024), Semy mengatakan sejak Maret 2023 dan selanjutnya pemerintah telah  mengirimkan usulan data penyintas ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional) guna mendapatkan bantuan, khusus bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan melalui usulan pemanfaatan/ optimalisasi sisa dana yang tidak digunakan.

Bacaan Lainnya

Semy mengatakan,  Pemkab Kupang sukses membangun koordinasi dengan pemerintah pusat. Buktinya, ada bantuan pemerintah  pusat sebesar Rp 229.090.000.000 kepada 11.036 warga masyarakat yang terdampak bencana seroja di Kabupaten Kupang.

“Pemberian bantuan seroja ini adalah yang terbesar di NTT sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat melalui BNPB, merespon hasil pendataan dan usulan  Pemerintah Kabupaten Kupang terhadap masyarakatnya yang terkena bencana seroja,“ kata Semy.

Semy  mengatakan, masyarakat yang terdampak seroja merasakan betul manfaat besar dari bantuan seroja ini sehingga dapat memperbaiki, bahkan membangun rumahnya kembali.

Kendati demikian ketika dilakukan tahapan verifikasi dan validasi terhadap 11.036 rumah terdampak hasil review APIP BNPB, kata Semy, ditemukan masih terdapat 5.684 rumah terdampak yang tidak termasuk dalam 11.036 rumah tersebut.

Karena itu Pemerintah Kabupaten kembali melakukan upaya dan kerja keras dengan mengusulkan lagi masyarakat yang belum mendapat bantuan perbaikan rumah tersebut agar dapat juga menerima bantuan yang sama.

Bupati Kupang, Korinus Masneno, dalam berbagai kesempatan menyatakan harapannya agar semua warga masyarakat Kabupaten Kupang yang terdampak dapat terbantukan. Pendataan dan usulan kembali harus dilakukan dan terus berkoordinasi dengan BNPB serta mengusulkan kembali sisa rumah masyarakat terdampak kepada Pemerintah Pusat guna membantu masyarakat yang belum mendapatkan bantuan/ penyintas.

Namun,  kata Semy, hingga saat ini belum ada jawaban resmi BNPB terhadap usulan penyintas yang diusulkan tersebut.

Terhadap kondisi itu BPBD Kabupaten Kupang kembali  mengajukan usulan lewat pemanfaatan dana hibah R3P  melalui aplikasi E-proposal pada bulan September 2023.

Upaya koordinasi juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang bersama pimpinan DPRD Kabupaten  Kupang dengan mendatangi Kantor BNPB di Jakarta untuk berkoordinasi langsung dengan Direktur Perencanaan Rehabiltasi dan Rekonstruksi BNPB sehingga pada penghujung  bulan Desember 2023 lalu dan   mendapatkan hasil validasi dari PIC BNPB terhadap usulan dana hibah melalui aplikasi  e-Proposal yang antara lain berisi rekomendasi-rekomendasi persyaratan yang harus dipenuhi.

“Kita diberikan kesempatan untuk melengkapi data-data usulan tersebut untuk memenuhi syarat kelengkapan dokumen perencanaan yang diatur oleh BNPB.  Selama periode bulan Januari 2024 hingga saat ini, upaya melengkapi data terus dilakukan berkerja sama dengan pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat untuk dapat menyiapkan data pendukung yang diperlukan dalam usulan tersebut,“ kata Semy.

“Proses penyiapan data ini sangat penting dilakukan sebelum kita meminta rekomendasi gubernur. Data mesti valid, lampirannya lengkap dan masuk semua sehingga jangan ada yang tertinggal. Upaya sudah dilakukan maksimal namun karena akses masyarakat yang terdampak tersebar di 119 desa /kelurahan sehingga sampai saat ini (2 April 2024/Red)  dari data 5.684 yang kita usulkan masih tersisa 600-an yang belum dikirim dari Desa/Kelurahan,” ungkap Semy.

Semy berharap dukungan pemerintah desa/kelurahan untuk melengkapi data yang kurang dan segera memasukkan ke BPBD untuk disatukan dan dikirim. Karena ada juga data di beberapa desa/kelurahan yang masih perlu perbaikan.

“Kami memperhatikan arahan Pak Bupati agar jangan ada usulan masyarakat yang ditinggalkan, dilengkapi semua dan kirimkan secepatnya ke BNPB sehingga semua masyarakat yang terdampak segera menerima bantuan,“ kata Semy.   (prokopim kabupaten kupang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *