Kejari TTU Kembali Mediasi Kasus Penganiayaan Lewat Mekanisme Restoratif Justice

KEFAMENANU KABARNTT.CO – Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (Kejari TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali berhasil melaksanakan proses perdamaian perkara tindak pidana Penganiayaan Pasal 351 ayat (1) KUHP atas nama Marselius Akoit alias Marlus dengan mekanisme Restoratif Justice (RJ).

Pelaksanaan proses perdamaian dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri TTU yang diwakili Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, Santy Efraim, SH., MH didampingi Muhamad Mahrus Setia Wijaksana, SH., MH selaku Jaksa Fasilitator, Senin (5/2/2024) di Aula Kejari TTU.

Bacaan Lainnya

Kepala Kejaksaan (Kajari) TTU melalui Kepala Seksi Intelijen S. Hendrik Tiip, SH membenarkan proses perdamaian perkara tindak pidana penganiayaan tersebut.

Hendrik menuturkan, pada pelaksanaan proses perdamaian oleh Jaksa Penuntut Umum selaku fasilitator, berhasil mendamaikan kedua belah pihak bersama keluarga dengan ditandai dengan Penandatangan Berita Acara Proses Perdamaian Berhasil (RJ-20).

“Berita acara proses perdamaian ditanda tangani oleh pelaku selaku tersangka dan korban, MUHAMAD MAHRUS SETIA WIJAKSANA, S.H., M.H. selaku Penuntut Umum dan Fasilitator,” tuturnya.

Hendrik menjelaskan, dalam proses perdamaian, pihak tersangka dan keluarga dengan ikhlas telah menyerahkan uang pemulihan karena peristiwa ini, kepada korban senilai Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) disaksikan tokoh masyarakat dan Kepala desa Fatumtasa.

“Kasus ini, Kejaksaan Negeri TTU telah melaporkan kepada pimpinan secara berjenjang kepada bapak Kajati NTT, dan Bapak Jaksa Agung Muda Pidana Umum, mengenai proses perdamaian ini dan diminta permohonan penyelesaian dengan mekanisme Restoratif Justice,” pungkasnya.

Turut hadir juga dalam kegiatan perdamaian tersangka Marselius Akoit Alias Marlus beserta keluarga tersangka, saksi korban yakni Yakobus Pala, beserta keluarga korban, Kepala Desa Fatumtasa dan tokoh masyarakat Desa Fatumtasa, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara. (Siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *