Guru Garis Depan Flotim Peduli Korban Erupsi Lewotobi

LARANTUKA KABARNTT.CO—Erupsi Gunung Lewotobi yang membuat masyarakat sekitar harus mengungsi menggerakkan banyak pihak untuk membantu masyarakat yang menjadi korban.

Panggilan kemanusiaan ini juga dilakukan komunitas Guru Garis Depan (GGD) Flores Timur dengan menggalang bantuan bagi para korban.

Bacaan Lainnya

Melalui rilis yang didapat media ini, Minggu (14/1/2024), Ketua GGD Flores Timur, Fandi Setyanto,  mengatakan  bentuk sebagai wujud solidaritas bagi sesama saudara yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi, GGD Flotim menggalang bantuan sejak tanggal 3 Januari hingga 7 Januari. Ini merupakan penggalangan bantuan tahap pertama. Donasi yang diterima dalam bentuk barang dan uang.

“Kita turut prihatin atas bencana yang dialami masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi. Karena itu GGD Flotim menggalang bantuan bagi para korban. Sejak kita buka donasi, banyak pihak yang menyumbang baik bentuk barang maupun uang,” jelas Fandi, sapaan Ketua GGD Flotim.

Menurut guru SMKN 1 Larantuka ini, bantuan dalam bentuk barang yang diterima GGD Flotim berupa pakaian layak pakai 1 dos, beras 10 kg, telur 1 papan, masker 1 pak, mie instan 3 dos, aqua botol 1 dos. Sementara sumbangan dalam bentuk uang yang terkumpul sebesar Rp. 2.750.000.

Dana yang terkumpul kemudian dibelanjakan barang-barang kebutuhan para pengungsi berupa ikan kering 1 karung, beras 50 kg, air kemasan 10 dos, minyak goreng 5 liter 2 jerigen,  telur 2 papan, roti beta 4 ikat, snek ringan 6 macam, mie instant 2 dos, dan masker 10 dos.

Bantuan yang digalang komunitas GGD Flotim diserahkan kepada para pengungsi yang berada di Posko Kantor Desa Konga, Kecamatan Titehena pada Minggu (7/1/2024).

“Donasi yang diberikan lewat GGD Flotim telah diserahkan kepada para korban di Posko Kantor Desa Konga,” jelas Fandi.

Fandi  mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah membantu para korban erupsi melalui komunitas GGD Flotim.

“Mewakili teman-teman GGD Flotim, kami menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam donasi yang digalang oleh komunitas GGD Flotim. Semoga Tuhan membalas kebaikan para donatur,” kata Fandi.

Setelah menyalurkan bantuan tahap pertama, komunitas GGD Flotim terus membuka donasi untuk tahap kedua. Berdasarkan situasi di lapangan, erupsi Gunung Lewotobi masih terjadi dan dampaknya semakin luas. Kebutuhan para pengungsi masih banyak yang belum terlayani terutama yang mengungsi di rumah penduduk.

“Di lapangan masih ada korban yang belum tersentuh bantuan. Karena itu GGD Flotim masih membuka donasi tahap kedua untuk menjangkau korban yang mengungsi di rumah penduduk,” ujar guru asal Jawa Tengah ini.

Sejak erupsi tanggal 1 Januari 2024 yang membuat masyarakat harus mengungsi, berdasarkan data yang dihimpun kompas.id (13/01/2024) jumlah pengungsi sebanyak 6.536 orang. Pengungsi ini berasal dari 7 desa, dua kecamatan yaitu Wulanggitang dan Ile Bura yaitu Nawakote, Boru, Klatanlo, Hokeng Jaya, Nobo, Nurabelen, dan Dulipali.

Para pengungsi ini tersebar di beberapa tempat. Ada yang mengungsi di posko yang disiapkan pemerintah yaitu posko kantor camat Wulanggitang, di desa Boru, kecamatan Wulanggitang dan posko kantor desa Konga, di desa Konga, Kecamatan Titehena. Sebagian warga mengungsi di rumah penduduk yang tersebar di desa Hewa, Boru, Boru Kedang, Pululera, Lamika, dll.

Bagi para donatur yang ingin memberikan bantuan lewat GGD Flotim dalam bentuk barang bisa menghantar ke Sekretariat GGD Flotim di Jalan Tiga Tabali, Kelurahan Sarotari, Larantuka. Bila ingin memberi donasi dalam bentuk uang, bisa dikirim lewat nomor rekening BRI. 024601031463504 a.n La Ode Yusman. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *