Golkar NTT Reposisi Pengurus, Songsong Pilkada

KUPANG KABARNTT.CO—DPD I Partai Golkar NTT mereposisi pengurus. Sejumlah nama bergeser.  Beberapa caleg terpilih DPRD NTT masuk menjadi pengurus  provinsi.  Reposisi pengurus ini dilakukan untuk membangun soliditas  menyongsong   perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di seluruh NTT.

Salah seorang yang  digeser posisinya adalah Inche Sayuna, dari posisi sebelumnya Sekretaris DPD I Golkar NTT menjadi Wakil Ketua Bidang Hubungan  Organisasi Kemasyarakatan.  Posisi Sekretaris DPD I Golkar NTT dipercayakan kepada Welhelmintje Libby Sinlaeloe.

Bacaan Lainnya

Nama-nama pengurus baru DPD I Golkar NTT ini dibacakan Sekretaris Welhelmintje Libby Sinlaeloe dalam rapat pleno diperluas di Kantor  DPD I Golkar NTT,  Jumat (22/3/2024) siang.

Surat Keputusan susunan pengurus baru itu ditandatangani Ketua Umum, Airlangga Hartarto, dan  Sekretaris  Jenderal Golkar, Lodewijk  F Paulus, tertanggal 21 Maret 2024.

Kepada wartawan usai rapat pleno itu, Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel  Melkiades Laka Lena menegaskan, susunan pengurus baru itu sudah ditandatangani Ketua Umum dan Sekjen Golkar.

“Reposisi ini biasa saja. SK-nya sudah ditandatangani Ketua Umum Pak Airlangga  Hartarto dan Sekjen Pak Lodewijk Paulus.  SK ini wajib kita amankan,” tegas Melki, yang  juga  Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

Melki mengingatkan, reposisi ini dilakukan terutama untuk memperkuat kerja partai menyongsong pilkada  serentak di NTT yang sudah mulai hangat berproses.

“Saya menganalogikan begini. Perubahan pengurus DPD I Partai Golkar NTT seperti perubahan formasi dalam permainan sepak bola. Jadi perubahan formasi kali ini tujuan utamanya adalah untuk mempersiapkan mesin partai menyongsong pilkada serentak tahun 2024 ini,” tegas Melki.

Merespon pertanyaaan wartawan terkait pergantian Inche Sayuna  yang jadi  ramai diberitakan, Melki memastikan pergantian itu tidak ada pretensi dan tendensi tertentu. “Ini perubahan kepengurusan yang keempat dan telah dikonsultasikan ke DPP Partai Golkar,” tegas Melki.

Karena itu, tegas Melki, agar pergantian Inche  tidak lagi bergulir semakin liar, maka bersama jajaran meminta agar polemik ini diakhiri. Sebab perubahan kepengurusan di internal Partai Golkar NTT sudah sesuai aturan.

Melki menegaskan lagi, ini kali keempat perubahan kepengurusan DPD I Partai Golkar NTT di masa kepemimpinannya, dan semuanya berjalan normal sesuai aturan.

“Urusan internal Golkar ini, dari dulu kami ingin agar dilalui dengan biasa-biasa saja. Ini perubahan atau reposisi keempat yang kita lalui melalui sebuah mekanisme yang normal,” ujar Melki.

Dia juga mengatakan, sebenarnya perubahan kepengurusan dilakukan pada tahun 2023, namun hal itu tertunda, karena pihaknya fokus untuk menghadapi Pileg dan Pilpres 2024.

“Saya sudah konsultasi ke DPP, juga biasa-biasa saja. Ya, saya jalankan tanpa ada tendensi apa-apa,” tegasnya.

Karena itu, Melki meminta semua pihak untuk menghentikan polemik terkait perubahan kepengurusan DPD I Partai Golkar NTT.

“Hari ini saya sampaikan cukup sampai di sini. Kalau masih tetap, mungkin ada sanksi yang lebih ekstrim. Partai Golkar terbuka terhadap kritik. Partai Golkar milik semua orang, juga milik seluruh masyarakat NTT untuk menyampaikan pendapat demi perbaikan ke depan,” tandasnya. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *