GLI Gandeng Pemdes dan KT Desa Taekas Serta OMK Oebak Lakukan Penghijauan

KEFAMENANU KABARNTT.CO – Green Leadership Indonesia (GLI), Batc 3 Regional Lima wilayah Nusa Tenggara Timur menggandeng Pemerintah Desa dan Karang Taruna (KT) Desa Taekas, serta Orang Muda Katolik (OMK) dari Oebak, Seroja, Desa Oesena Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan aksi penghijauan.

Aksi penghijauan dilakukan di dua lokasi berbeda yakni di Gua Maria Fatima Baen – Tuamese dan bantaran kali Sine.

Bacaan Lainnya

Hal ini karena dua lokasi tersebut merupakan sumber mata air yang sementara dalam kondisi kritis akibat kekurangan produksi air sehingga menjadi perhatian untuk penghijauan berupa penanaman anakan pohon jenis Mahoni dan jati putih.

Ketua panitia, Oswin Pace Esterlino Nule mengemukakan alasan mereka melakukan penghijauan di sekitar area sumber mata air, semata-mata untuk mengantisipasi pola pertanian tebas bakar yang mengancam keberadaan sumber mata air.

“Solusinya adalah penghijauan untuk mengantisipasi bahaya kekeringan dua lokasi sumber air tersebut,” kata Oswin, Rabu (31/1/2024).

Sementara Kepala Desa Taekas, Ferdinandus R. Nule, mengapresiasi kegiatan penghijauan yang digalakkan GLI Batch 3 Regional Lima wilayah Nusa Tenggara Timur. Ia berharap, seluruh masyarakat desa Taekas dapat menjaga dan melestarikan lingkungan dengan baik.

“Kita mencegah agar produksi air jangan menurun sedangkan kebutuhan manusia meningkat. Ini yang kwatirkan,” ungkapnya.

Sedangkan ketua karang taruna Desa Taekas, Yanuarius Salvatore Bana, mendukung kegiatan penghijauan tersebut.

“Kegiatan ini adalah kegiatan positif yang perlu didukung. Kami karang taruna desa Taekas selalu siap bilamana dibutuhkan,” tukasnya.

Sekedar diketahui, Green Leadership Indonesia (GLI) dirancang oleh Institut Hijau Indonesia (IHI) tahun 2021 bagi generasi muda. Program ini didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan bekerja sama dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Perkumpulan HuMa, dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). (Siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *