Ciptakan Pemilu Damai, FKUB Timor Tengah Utara Gelar Doa Bersama

KEFAMENANU KABARNTT.CO – Untuk menciptakan Pemilihan Umum (Pemilu) Damai 2024 tingkat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar doa bersama lintas agama.

Doa bersama diikuti sejumlah pimpinan organisasi keagamaan dan organisasi masyarakat di Aula Kantor Departemen Agama TTU, Rabu (7/2/2023).

Bacaan Lainnya

Kepada awak media, Ketua FKUB, Romo Kanis Oki, Pr, mengatakan, doa bersama adalah kekuatan bersama agar Pemilu dapat berjalan dengan aman, damai, lancar dan sukses.

“Mari kita berdoa bersama, panjatkan kepada Tuhan semoga Tuhan terlibat langsung dalam penyelenggaraan Pemilu kita ini,” ujarnya.

Tujuannya, imbuh Romo Kanis, selain dalam lindungan Tuhan, supaya masyarakat dalam memilih calon-calon pemimpin sesuai dengan hati nurani yang jernih dan ikhlas tanpa tekanan, paksaan, sehingga dapat menghasilkan pemimpin yang kedepan membawa masyarakat kepada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sementara, Wakil Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi mewakili pemerintah daerah setempat mengucapkan terima kasih kepada para pemuka agama yang telah memberi perhatian khusus terhadap pelaksanaan pesta demokrasi ini.

Hal ini, kata Eusabius tentu didasarkan pada kesadaran bersama, bahwa Pemilu merupakan sebuah hajatan besar bangsa ini yang akan menentukan nasib bangsa Indonesia pada masa yang akan datang.

“Selain persiapan yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu, tidak lupa kita memohon berkat Tuhan Yang Maha Kuasa agar pesta Demokrasi ini dapat berjalan sukses,” kata Eusabius.

Eusabius mengajak kepada seluruh FKUB,  mendoakan para penyelenggara pemilu mulai dari tingkat pusat, hingga daerah termasuk di Kabupaten TTU, agar mereka dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baik.

Ia juga mengajak mendoakan para peserta pemilu tahun 2024, agar dengan hati yang lapang, serta pikiran yang jernih dapat menerima hasil pemilu sebagai pilihan rakyat.

“Vox Populi, Vox Dei, suara rakyat adalah suara Tuhan. Maka saya mengajak kita sekalian untuk mengawal seluruh proses Pemilu ini, dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Lanjut Eusabius mengungkapkan, penyelenggara pemilu melaksanakan tugasnya secara profesional, peserta pemilu melaksanakan hak dan kewajibannya secara bermartabat dan masyarakat Indonesia menggunakan hak pilihnya sesuai hati nuraninya.

“Perbedaan pilihan merupakan sebuah keniscayaan, maka setiap warga negara harus menghormati perbedaan tersebut,” tukas pasangan Bupati Drs. Juandi David ini.

Mantan Dirjen Bimas Katolik RI ini menenakan, jika ditemukan hal-hal yang melanggar asas demokrasi sebagaimana yang tertuang dalam peraturan perundang-undangan agar disampaikan melalui mekanisme yang ada, agar suasana tetap kondusif, baik sebelum, waktu pelaksanaan hingga setelah pelaksanaan Pemilu.

“Mari kita jaga dan sukseskan pesta Demokrasi bangsa ini, demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa yang kita cintai ini bersama,” tutupnya. (Siu)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *