Semana Santa Larantuka Dibuka, Peziarah  Meningkat Drastis    

Katarina Riberu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata Flores Timur

LARANTUKA KABARNTT. CO—Setelah tiga tahun ditutup akibat pandemi Covid-19, rangkaian acara Semana Santa Larantuka tahun 2023 dibuka kembali. Para peziarah yang menghadiri prosesi akbar tahun ini meningkat drastis.

Mengantisipasi meningkatnya peziarah yang tidak mendapat kamar hotel di Larantuka, sejumlah gedung sekolah, asrama dan biara susteran di sekitar Larantuka disiapkan untuk menampung para peziarah.

Bacaan Lainnya

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Flores Timur (Flotim), Katarina Riberu, di ruang kerjanya, Kamis (16/3/2023), menjelaskan Pemerintah Kabupaten Flotim melalui Dinas Pariwisata siap membantu para peziarah dari luar Flotim yang mengikuti Semana Santa tahun ini.

Rin Riberu, panggilan akrabnya, mengatakan,  Dinas Pariwisata Flotim menyiapkan berbagai hunian untuk para peszarah yang datang ke Kota Larantuka baik hotel, home stay sampai penginapan milik susteran dan Keuspukan Larantuka.

Pemerintah beberapa waktu lalu, jelas Rin, telah membentuk panitia tingkat kabupaten. Dinas Pariwisata dipercayakan mengakomodir peziarah.

“Dari data yang kami survai, kesiapan kamar hotel di Larantuka  kurang  lebih 300 kamar, dibandingkan dengan jumlah peziarah yang banyak itu tidak memungkinkan. Oleh karena itu kami dinas pariwisata bekerja sama dengan para lurah dalam Kecamatan  Larantuka  untuk mengupdate kembali data home stay yang ada. Sebelum Semana Santa itu berjumlah 180 kamar, tetapi setelah diupdate jumlah kamar yang tersedia sudah mencapai lebih dari itu,” jelas Rin.

Rin mengatakan, banyak rumah warga tidak bisa menerima tamu karena  menerima keluarganya. Tapi ada beberapa rumah juga  yang masih bisa menerima  peziarah.

“Untuk mengkoordinir peziarah pengguna home stay, kami sudah bekerja sama dengan komunitas home stay yang siap menerima bilamana dibutuhkan,” ungkap Rin.

Selain itu, kata Rin, dinas pariwisata jugan menyiapkan opsi apabila ada peziarah yang datang  berkelompok, maka sudah ada  beberapa tempat yang disiapkan di antaranya gedung sekolah dan asrama yang bisa jadi penginapan.

“Juga ada rumah di biara dan asrama  serta rumah susun milik Keuskupan Larantuka dengan kisaran 40 kamar,” kata Rin.

Rin memastikan,  sesuai hasil survai semua penginapan di Kota Larantuka telah habis  diboking. Rumah Keuskupan Sinar Saron San Dominggo juga sudah penuh. Namun ada penginapan yang mungkin bisa menjadi solusi yaitu  Susteran PRR Lebao dan Weri.

Rin meminta pengelola hotel dan home stay agar tidak menaikkan tarif yang justtru memberatkan para peziarah.

“Untuk tarif kamar boleh naik tapi tidak boleh naik drastis. Misalnya tarif home stay sesuai kesepakatan kami  sebelum Semana Santa itu perhari Rp 150/orang/kamar. Tetapi tidak menutup kemungkinan di Semana Santa bisa naik sekitar Rp 200 ribuan. Sementara untuk hotel masing-masing  mengatur tarifnya tapi kami minta untik tidak dinaikkan 100 persen selama perayaan Semana Santa ini,” jelasnya  (abh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *