Kunjungi Jemaat GKS, Hugo Kalembu Serap Aspirasi dan Beri Bantuan

Anggota DPRD NTT, Hugo Rehi Kalembu, foto bersama jemaat Waikadada, Kecamatan Kodi Bangedo, SBD, Senin (30/1/2023) usai dialog dengan jemaat setempat

TAMBOLAKA KABARNTT.CO—Anggota DPRD NTT dari Fraksi Golkar, Drs. Hugo Rehi Kalembu, memanfaatkan waktu resesnya akhir Januari lalu dengan mengunjungi sejumlah jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) di Sumba Barat Daya (SBD).

Pada kunjungannya ke sejumlah Gereja GKS itu, Hugo banyak mendengar  aspirasi dan juga memberi bantuan untuk jemaat setempat.

Bacaan Lainnya

Kepada media ini, Senin (6/2/2023), Ketua Fraksi Golkar DPRD NTT ini membenarkan dia memanfaatkan waktu akhir Januari 2023 lalu di daratan Sumba, khususnya di SBD.

Hugo merinci, Senin (30/1/2023), dia mengunjungi Desa Waikadada, Kecamatan Kodi Bangedo, SBD.

“Saya berdialog dengan jemaat GKS Waikadada. Saya mendengar aspirasi  mereka tentang kegiatan-kegiatan ibu-ibu di  bidang kerajinan tenun. Juga mendengar banyak anak-anak yang kurang gizi yang dibantu oleh Ibu Pendeta di PPA Waikadada,” kata Hugo yang sudah 9 periode menjadi wakil rakyat ini.

Setelah mendengar aspirasi dan kondisi anak-anak di sana, kata Hugo, dia membantu 3 dos benang tenun untuk mendukung usaha ibu-ibu, dan juga sedikit dana untuk membantu PPA (Pusat Pengembangan Anak) Waikadada.

Hugo menyebut pertemuan dan dialog penuh kekeluargaan itu berlangsung dua jam dari 16.00 – 18.00 Wita.

Keluhkan Jalan

Hugo mengatakan, sebelum pertemuan di GKS Waikadada juga dilakukan pertemuan  dengan Jemaat Matakapore, Desa Matakapore, Kecamatan Kodi Bangedo, SBD dari pukul 14.00 sampai pukul 15.30 Wita.

“Mereka mengeluhkan jalan provinsi dari Waimangura menuju Waimarama yang rusak parah dan belum pernah diperbaiki kendati sudah dilaporkabn kepada anggota DPR RI,  anggota DPRD NTT dan anggota DPRD Kabupaten  serta Bupati dan Wabup SBD yang berkunjung di desa mereka,” kata Hugo.

Sebelum di Matakapore, Hugo juga menggelar dialog dengan jemaat  Wairara, Desa Waipadi, Kecamatan Kodi Bangedo.

“Mereka mengeluhkan keamanan yang terganggu berupa pencurian dan penerangan listrik. Untuk meringankan beban jemaat, saya membantu sebuah meteran listrik untuk mempermudah kegiatan ibadah mereka,” kata Hugo. (den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *